Catatan Astina
Merubah Isi Bantuan Sosial, Perlunya Memberi Makanan Sehat di Tengah Bencana Covid-19
ASKARA - Hari-hari ini bantuan sosial bencana Covid-19 dari pemerintah pusat, dari Presiden Jokowi sudah mulai didistribusikan oleh pemda, termasuk melalui Pemprov DKI Jakarta. Besaran paket bantuan sosial diberikan Rp 600.000 untuk tiap keluarga selama tiga bulan. Nah, semoga saja bencana Covid-19 tidak berkepanjangan dan bantuan sosial Presiden Jokowi ini tidak perlu diperpanjang. Besarannya uang diatur dan harus senilai itu paket bantuannya tetapi isinya diserahkan kepada setiap pemda mengaturnya. Terkait dengan isi paket bantuan sosial atau sembako diberikan ke warga miskin dan rentan miskin ternyata masih sama saja seperti biasanya paket sembako. Isi paket sembakonya masih sama untuk di Jakarta yakni berisi beras, mie instan, minyak goreng, biskuit.
Seorang teman beberapa hari lalu menghubungi saya setelah membaca tulisan saya tentang bantuan sembako pemerintah pusat kepada warga miskin di tengah wabah Covid-19. Teman saya itu mengajak saya berdiskusi tentang perlunya memberi bantuan makanan yang sehat di tengah bencana Covid-19. Kawan itu mengajak merubah isi bantuan paket sembako agar sungguh bermanfaat dan sesuai kebutuhan kesehatan warga miskin penerima bantuan.
"Bang Tigor kalo isi paket bantuan sembakonya masih isi beras, minyak goreng, bahkan mie instan, kualitas kesehatan panganannya kurang sehat. Pemberian mie instan bikin saya sedih. Wong lagi bencana penyakit kok dikasih makanan seperti mie instan. Apalagi kondisi wabah Covid-19 sekarang ini kan kita semua butuh makan sehat agar daya tahan tubuh atau imunitas tubuh menjadi kuat, tidak mudah tertular atau terjangkit Covid-19. Jadi jenis isi paket sembako bantuan Presiden Jokowi harus kita dorong dirubah isinya agar lebih bermanfaat maksimal bagi kesehatan warga miskin. Coba kalo beras dimasak jadi nasi, ancamannya penyakit gula darah. Minyak goreng tentu hasil masakannya terancam penyakit kolesterol. Apalagi mie instan juga kita tahu minim gizinya. Jadi mari kita dorong dan kampanyekan agar paket sembakonya pemerintah pusat diganti dengan Kacang Hijau dan kacang-kacangan saja sebaiknya. Kacang hijau itu kalo dimasak tinggi protein dan seratnya. Protein dan kandungan vitamin lainnya di Kacang Hijau akan sangat berguna meningkatkan daya tahan tubuh kita. Begitu pula kacang hijau kalo dimasak dan dimakan memiliki daya tahan kenyang lebih lama dibandingkan nasi", penjelasan teman saya tentang jenis isi sembako yang ada.
Saya coba cari-cari literatur tentang Kacang Hijau dan manfaatnya. Menarik dan baik sekali memang jika kita ganti isi paket sembako dengan Kacang Hijau dan panganan kacang-kacangan lain penunjang kesehatan di tengah bencana Covid-19. Tidak perlu lagi harus berisi beras, minyak goreng, apalagi mie instan dan biskuit dalam isi paket sembako yang akan dibagikan ke warga miskin dalam rangka bantuan sosial bencana Covid-19. Beberapa literatur saya baca bahwa bubur kacang hijau dan kacang lainnya itu lebih sehat dimakan apalagi pada masa bencana penyakit Covid-19. Dalam masa pertahanan di tengah bencana penyakit Covid-19 kondisi tubuh kita butuh asupan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk memenuhi peningkatan daya tahan tubuh itu kita bisa dapat dari makan bubur kacang hijau dan jenis kacang lainnya selama menghadapi bencana Covid-19.
Jelas sekarang bahwa jenis bahan sembako yang akan diberikan dalam paket bantuan sosial sebaiknya yang memiliki kandungan vitamin dan protein serta vitamin yang baik bagi kesehatan si penerima. Membagi paket bantuan sembako sebaiknya dipikirkan baik efek selanjutnya setelah paket digunakan. Memberi bantuan atau paket sembako bukan hanya untuk kenyang tetapi juga untuk membangun pertahanan kesehatan sebagaimana menghadapi ancaman penyakit Covid-19.
Selain mengandung karbohidrat, protein, serta dan mineral, kacang hijau bisa digunakan untuk menggantikan nasi dan lebih lama kenyangnya. Selain Kacang Hijau paket sembako bantuan bisa ditambah dengan jenis kacang lain di mana rasa kenyangnya akan bertahan lebih lama daripada nasi. Bahan makanan dari kacang-kacangan juga dapat diolah menjadi beraneka jenis makanan yang mudah dan sehat. Mengganti isi paket bantuan sembako dengan Kacang hijau atau kacang lain itu juga akan membantu agar kita tidak selalu menggunakan beras yang sangat tinggi di masa bencana Covid-19. Penggunaan paket berisi kacang-kacangan akan membantu mengendalikan ketergantungan kita pada beras. Apalagi sekarang ini penggunaan beras negeri kita sangat tinggi untuk paket sembako setidaknya dalam tiga bulan mendatang. Sementara masa panen raya beras masih beberapa bulan ke depan. Jika kita gunakan kacang hijau dan kacang lainnya maka kita membantu pemerintah dan Presiden Jokowi tidak perlu lagi khawatir dengan stok beras serta harus sidak ke gudang beras Bulog.
Jakarta 14 April 2020
Azas Tigor Nainggolan
(Ketua Forum Warga Kota Indonesia)

Komentar