Prancis Perpanjang Lockdown, KBRI Fokus Lindungi WNI
ASKARA - Pemerintah Prancis kembali memperpanjang masa confinement sampai 11 Mei 2020.
Langkah ini diambil untuk menjaga momentum positif yang mulai terlihat dalam perang melawan Covid-19 terus dipertahankan.
Sejak menyebarnya Covid-19 di Prancis, perlindungan warga negara Indonesia menjadi fokus utama KBRI Paris. Dubes RI untuk Prancis Arrmanatha Nasir menyampaikan, saat ini berbagai kantor dan sebagian besar kedutaan asing di Paris tutup, KBRI tetap melayani WNI yang membutuhkan bantuan.
"Sesuai dengan arahan menlu RI memberikan perlindungan bagi WNI di tengah adanya Covid-19 dan confinement telah menjadi fokus utama para diplomat Indonesia di Paris saat ini," tutur Arrmanatha Nasir kepada media, Selasa (14/4).
KBRI telah mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan kelompok WNI, seperti pengurus berbagai asosiasi Indonesia, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan wakil kelompok masyarakat Indonesia di berbagai wilayah Prancis.
Menurutnya melalui berbagai mekanisme, komunikasi dilakukan setiap hari untuk mengetahui situasi dan kondisi para WNI dalam menghadapi Covid-19. KBRI juga terus menyampaikan berbagai informasi, imbauan dan perkembangan terkait situasi.
"Hotline KBRI, berbagai chanel sosmed, website maupun aplikasi video conference semua kita gunakan untuk tingkatkan komunikasi dan mengetahui kondisi dan kebutuhan WNI dalam menghadapi Covid-19," kata Arrmanatha Nasir.
KBRI berkordinasi dengan pengurus PPI Prancis juga menyampaikan bantuan alat pelindung diri (APD) dan beberapa barang lainnya sesuai dengan yang dibutuhkan anggota PPI.
Saat sulitnya mendapatkan ADP di Prancis, KBRI Paris masih dapat memberikan barang-barang yang sangat dibutuhkan seperti masker dan sanitizer, disinfektan kepada PPI.
Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa KBRI dapat memberikan bantuan karena telah mengantisipasi berbagai kebutuhan APD jauh hari sebelumnya. Termasuk mendapatkannya dari luar Prancis.
KBRI juga terus berkordinasi dengan berbagai kelompok WNI lainnya untuk memberikan bantuan yang diperlukan, khususnya bagi WNI lanjut usia dan WNI yang masuk katagori rentan lainnya.
Sampai saat ini tidak ada laporan WNI yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19. Beberapa WNI yang dinyatakan positif atau memiliki symptom Covid-19 telah membaik dengan melakukan karantina dan perawatan mandiri.
"Sebagai bagian dari masyarakat di Prancis, semua WNI harus terus berkontribusi upaya untuk memenangkan perang melawan Covid-19 dengan mematuhi aturan confinement dan tetap tinggal dirumah," kata Arrmanatha Nasir.
Jumlah kasus Covid-19 di Prancis tercatat sebanyak 98.076 dengan jumlah kematian 14.967 orang. Data itu per 13 April.
Sejak diberlakukannya confinement ketat yang membatasi atau menutup seluruh kegiatan masyarakat, situasi Covid-19 di Prancis mulai menunjukkan titik terang yakni melambatnya penambahan angka kasus baru, kematian dan pasien yang masuk ICU.

Komentar