Rabu, 17 Juni 2026 | 23:46
NEWS

Kementerian PUPR Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Padat Karya Tunai

Kementerian PUPR Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Padat Karya Tunai
Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono. (Dok. BNPB)

ASKARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera melaksanakan program Padat Karya Tunai sebagai bagian dari pemulihan ekonomi dan pembangunan desa di tengah pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 10 triliun dari total realokasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp 36,19 triliun. 

Padat Karya Tunai juga dilakukan mempertahankan daya beli masyarakat di pedesaan.

"Terutama ditujukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di pedesaan. Jadi, mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/4).

Menteri Basuki menjelaskan, melalui Padat Karya Tunai, upaya memberikan pekerjaan kepada masyarakat desa dengan tidak menggunakan teknologi dalam pelaksanaannya.

Adanya anjuran pemerintah tentang physical distancing untuk memutus rantai penularan Covid-19 dalam pelaksanaannya akan tetap menerapkan protokol kesehatan, mengurangi jumlah pekerja dengan pengaturan jadwal agar dapat merata dan selesai dengan baik.

"Jadi, seperti perbaikan irigasi kecil yang biasanya dilakukan oleh 76-80 orang ini kita bagi dua, 40 orang. Tapi kita schedule dulu, seminggu, seminggu, seminggu. Yang tadinya dikerjakan dua bulan mungkin nanti bisa menjadi tiga bulan," terangnya. 

Mengenai upah, para pekerja akan menerimanya per minggu seperti yang sering dilakukan di pedesaan.

"Ini semua dibayar mingguan seperti yang biasa terjadi di pedesaan. Di pedesaan ada yang kamisan, ada yang mingguan," kata Menteri Basuki.

Komentar