Butuh Dua Tahun Pulihkan Industri Pariwisata Usai Covid-19
ASKARA - Setidaknya butuh waktu hingga dua tahun untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di Tanah Air yang saat ini terpukul akibat wabah virus vorona (Covid-19).
Hal tersebut dikatakan Akademisi Universitas Andalas (Unand) Dr. Sari Lenggogeni.
"Sektor pariwisata amat rentan terhadap bencana alam dan krisis. Saat ini yang terjadi adalah krisis bidang kesehatan yang membuat minat orang berwisata turun drastis," kata Sari.
Mengacu data WTO, kondisi ini setara dengan penurunan turis selama tujuh tahun dari angka yang ada saat ini.
"Ini juga mengakibatkan sekitar 400 juta orang di seluruh dunia yang bergerak di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan," jelas Sari yang juga ketua Tourism Development Centre Universitas Andalas.
Sari menilai, saat ini dunia berada dalam ketidakpastian karena belum ada obat yang jelas mengatasi Covid-19. Sehingga membuat minat wisata menjadi turun.
"Ini bukan hanya masalah Indonesia melainkan persoalan dunia," ujarnya.
Oleh sebab itu, ditambahkan Sari, saat ini yang bisa dilakukan adalah mengevaluasi pengembangan pariwisata dan memprioritaskan keselamatan bersama.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumatera Barat Alan Maulana Yusran mengakui sektor pariwisata di wilayahnya terpuruk semenjak mewabahnya Covid-19.
"Dari 110 hotel yang terhimpun dalam PHRI di Sumbar sebanyak 26 ditutup sementara dan ada sekitar 2.500 karyawan yang dirumahkan," jelasnya.
Terkait dengan rencana stimulus yang diberikan pemerintah berupa pembebasan pajak hotel, Alan Maulana menilai pajak tersebut sebenarnya dipungut dari tamu yang menginap.
"Kalau tamu tidak ada yang menginap apa yang mau dipungut tetapi jika yang diberi keringanan Pajak Bumi Bangunan atau keringanan pembayaran listrik baru sesuatu yang berarti," ujarnya.
Sejalan dengan itu, pramuwisata juga mengalami dampak yang besar. Bahkan hampir seluruh pemandu wisata tidak lagi beraktivitas.
"Ratusan anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumbar kini terpaksa berada di rumah karena tidak ada lagi wisatawan yang datang untuk dipandu," tambah Ketua HPI Sumbar Buddy. (dispar.bantenprov)

Komentar