Jangan "Tiba Soal, Tiba Akal"
Serahkanlah penanganan Covid-19 pada ahlinya. Ikutilah anjuran untuk memutus mata rantai penularannya. Sambil menunggu hujan reda, perlu dibayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. Agar tidak "tiba soal, tiba akal".
Wabah Covid-19 telah membuat perekonomian dunia mati suri. Industri tidur untuk waktu yang tak bisa ditentukan. Pertumbuhan ekonomi hampir semua negara dunia amblas hingga ke titik minus. Hanya tiga negara, menurut pengamat ekonomi, yang tidak bablas ke titik minus. RRT, India dan Indonesia.
Jangan bangga dulu. Sebab mereka hanya berada satu digit di belakang koma. Tak mencapai angka 1 mungkin. Dan itu tak cukup membuat negara menghidupi dirinya. Tak cukup pula untuk secepat kilat merecovery perekonomiannya.
Pasca wabah, rasanya tak ada negara dan korporasi yang tidak amblas. Industri akan stag dan tak langsung tegak seperti keadaan normal. Pengangguran besar-besaran akan terjadi. Tentu bukan lagi soal upah atau uang. Pada fase itu, apakah manusia juga mampu menahan lapar karena hilangnya ketersediaan barang hasil industri?
Negara memang butuh uang. Korporasi juga butuh uang. Tapi manusia lebih butuh makan. Sebab manusia belum mampu mengunyah uang.
Patut diduga fase berikutnya dunia akan dilanda krisis pangan.
Apa kabar negeri bahari dan agraris? Adakah dia akan bernasib sama dengan negeri yang mayoritas masyarakatnya pengkonsumsi hasil industri?
Janganlah "Tiba Soal, Tiba Akal" nantinya.
Smile Arif Suryopranoto
Pengamat Sosial Budaya

Komentar