Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10
NEWS

WhatsApp PLN Gratis Belum Bisa Diakses, Normal Kembali Senin

WhatsApp PLN Gratis Belum Bisa Diakses, Normal Kembali Senin
Pelayanan PLN (Liputan6.com-Immanuel Antonius)

ASKARA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp 405,1 triliun untuk menangani wabah virus corona Covid-19.   

Stimulus tersebut diperuntukkan kepada empat kategori, yaitu pemulihan perekonomian, pemotongan pajak usaha dan bantuan untuk UMKM, bantuan sosial, dan kesehatan umum.

Di dalamnya juga ditujukkan untuk kesehatan yakni Rp 75 triliun, insentif perpajakan dan stimulus KUR Rp 70,1 triliun, Perlindungan Sosial Rp 110 triliun, dan program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 150 triliun. 

Dalam program Perlindungan Sosial, dialokasikan pembebasan biaya listrik selama 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik dengan kapasitas 450VA, dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi yang akan berlaku pada April, Mei dan Juni 2020.

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, untuk pelanggan dengan daya 450 VA pascabayar, rekening listrik pengguna nantinya akan terisi secara otomatis pada akhir bulan. 

Sementara itu untuk 540VA prabayar yang menggunakan token, setiap bulannya PLN akan memberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian selama 3 bulan terakhir. 

Adapun untuk 900 VA pascabayar, rekening akan dibayar sebesar 50 persen diakhir bulan. 

"Itu otomatis akan didiskon sebesar 50 persen. Dan sekali lagi saya tekankan, bahwa 900 VA ini untuk yang R1 khusus yang bersubsidi," ungkapnya melalui live streaming di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (3/4).

Selain itu untuk 900 VA prabayar, atau menggunakan token setiap bulannya, akan diberikan token gratis sebesar 50 persen, yang dihitung dari pemakaian bulan tertinggi dari pemakaian selama 3 bulan terakhir. 

Sejak diperintahkan Jokowi, PLN langsung melaksanakannya pada 1 April lalu di mana token prabayar sudah dapat diakses. Cara akses mendapatkan token listrik gratis pelanggan baik R1/450 VA maupun R1/900 VA adalah dengan menggunakan nomor WhatsApp. 

"Itu sangat mudah sekali, yaitu tinggal kontak ke 0812-2123-123. Di situ ketik apa saja langsung akan mendapatkan balasan, terus kemudian dimasukkan ID pelanggan. Dari ID pelanggan akan ada kode token listrik gratis yang kemudian bisa dimasukkan pada KWH meter untuk mendapatkan diskonnya atau gratisannya," ungkapnya.

Namun, nomor WA tersebut sedang diupdate oleh pihak WhatsApp lantaran sebelumnya banyak yang mengakses dengan trafic yang lumayan tinggi. Rencananya pada Senin (6/4) nomor WhatsApp tersebut akan berfungsi normal kembali.

"Untuk itu nomor whatsApp 0812 2123 123, Insya Allah nanti akan bisa berjalan mulai hari Senin. Tapi saat ini masih dalam perbaikan, bukan dari pihak PLN-nya tetapi dari server dan pihak whatsApp-nya dengan Facebook-nya," ujarnya.

Selain nomor WhatsApp, pelanggan juga bisa mengakses website resmi PLN yaitu www.pln.co.id. Dalam website tersebut, pelanggan bisa pilih menu pelanggan, di situ sudah ada sub menu namanya stimulus Covid 19.

"Dipersilakan memasukkan ID pelanggan dan atau nomor meternya kemudian masuk ke token listrik gratis, akan ditampilkan layarnya. Kemudian begitu token listrik gratisnya berhasil didapatkan dipersilakan pelanggan memasukkan angka tersebut ke KWH meter," kata dia.

Darmawan mengatakan jika ada pelanggan yang melihat struknya, dengan kode R1M maka bisa diartikan mampu, atau non subsidi, sehingga tidak bisa mendapatkan token gratis ini.

"R1M berarti non subsidi atau mampu memang saat ini tidak eligible untuk mendapatkan diskonnya 50 persen. Ada pelanggan yang pasca bayar kalau dilihat struknya R1M atau mampu ini berarti non subsidi. Memang tidak eligible (berhak) mendapatkan insentif dari pemerintah ini," tandasnya. 

Komentar