Minggu, 07 Juni 2026 | 21:59
NEWS

Ketum Satu Hati Sesalkan Pemasangan Baliho Pilkada di Tengah Duka Corona

Ketum Satu Hati Sesalkan Pemasangan Baliho Pilkada di Tengah Duka Corona
Ketum Satu Hati Mas Yanto bersama jajaran pengurus. (Dok. pribadi)

ASKARA - Ketua Umum Satu Hati Mas Yanto menyesalkan ulah bakal calon kepala daerah yang tetap melakukan sosialisasi di tengah meluasnya wabah virus corona (Covid-19). 

Seperti yang terjadi di Kediri, Jawa Timur, seorang bakal calon bupati memasang baliho kampanye di pinggir jalan.

"Mestinya bakal calon itu lebih mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dan itu merupakan prinsip yang harus diutamakan," jelas Mas Yanto, Sabtu (28/3).

Terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah wabah Covid-19, idealnya pemerintah melakukan penundaan.

Mas Yanto juga mendesak KPU dan pemerintah daerah untuk menghentikan pemasangan atribut kampanye di saat kondisi bangsa sedang berduka.

"Pilkada memang yang juga penting dan sudah lama dipersiapkan. Namun kita harus menempatkan kepentingan rakyat di atas semuanya," katanya.

Menurut Mas Yanto, jika Pilkada Serentak 2020 masih tetap dilaksanakan akan mempersulit upaya mengendalikan situasi menghadapi pandemi virus corona. Maka penundaan perlu dipertimbangkan.

"KPU dan pemerintah untuk menunda seluruh tahapan. Termasuk pelaksanaan pencoblosan di tanggal 23 September mendatang," pintanya.

Mas Yanto juga mendesak pemerintah, DPR, dan KPU untuk menyusun penundaan Pilkada Serentak 2020 dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. 

"Karena kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk melaksanakan Pilkada Serentak tahun 2020," ujarnya.

Komentar