Dampak Corona, Pentingnya Rumusan pada Sektor Ekonomi Kreatif
ASKARA - Dampak virus corona telah menjalar ke berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif dan pariwisata.
Maka itu dibutuhkan terobosan kebijakan untuk mengatasi stagnasi pada sektor tersebut.
Pegiat ekonomi kreatif Anang Hermansyah meminta pemerintah melakukan terobosan untuk mengatasi kemacetan pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata akibat imbas wabah corona.
"Kafe, rumah karaoke dan tempat pertunjukan tutup. Banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membuat terobosan mengatasi masalah ini," jelasnya kepada media, Jumat (27/3).
Anggota DPR RI periode 2014-2019 itu menambahkan, banyak pekerja seni khususnya yang beraktivitas di kafe sebagai ladang penghasilan. Karenanya, situasi seperti ini tidak dapat mendukung lagi.
"Belum lagi, tidak sedikit dari mereka yang masih menyicil pembelian alat musiknya. Ini kenyataan yang diterima pekerja seni, sama seperti profesi lainnya yang juga terimbas wabah corona," ujar Anang.
Penasihat Federasi Serikat Musik Indonesia (FESMI) itu mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan inovasi di tengah situasi yang serba sulit. Sehingga pekerja yang berada di ekosistem sektor pariwisata dan ekraf dapat bertahan.
"Perlu ada rumusan dan formulasi agar pelaku di sektor pariwisata dan ekraf ini dapat terbantu," kata Anang.
Seandainya sistem big data mengenai lagu yang terkait dengan penarikan hak cipta dan royalti pencipta dan penyanyi lagu telah terbentuk maka dampak wabah corona dapat diminimalisir.
"Karena kalau big data sudah terbentuk dengan baik maka akan jelas dan transparan pembagian royalti yang diterima penyanyi dan pencipta lagu. Semoga situasi saat ini menjadi pemantik untuk segera dibentuk sistem big data musik Indonesia," tandas Anang yang juga musisi senior.

Komentar