Risma Memang Ibu Walikota OK
Ada saja terobosan dibuat oleh walikota Surabaya, Ibu Risma untuk menolong rakyatnya dari paparan virus Corona. Sebelum dia mengumpulkan dan membagikan masker secara gratis pada rakyatnya di Surabaya. Sekarang Risma bagikan wastafel mobile ke area publik agar rakyat bisa sehat mencuci tangan dan bebas paparan virus Corona. Seperti kita ketahui bahwa sekarang cairan pembersih tangan atau sanitizer langka dan mahal sekali. Makanya Risma bagikan wastafel mobile ke area publik dan bisa digunakan untuk cuci tangan agar bersih dan sehat rakyatnya.
Semua ide pelayanannya Risma sebagai walikota Surabaya nyata dan sederhana mudah dilakukan. Lain lagi dengan gubernur Jakarta Anies Baswedan yang katanya orang pintar PhD lulusan luar negeri. Untuk melawan paparan virus Corona justru menjual masker seharga Rp 350.000 per kotak ke warga Jakarta. Otak dagangnya memang yahud, ketika masker langka justru Anies Baswedan jualan masker Rp 350.000 per kotak yang biasanya Rp 30.000 per kota. Begitu juga Senin kemarin 16 Maret 2020 Anies Baswedan mengurangi hampir 80% kapasitas layanan transportasi publik Jakarta: Transjakarta, MRT dan LRT. Akibatnya terjadi penumpukan kesesakan di halte atau stasiun transportasi publik.
Wong tidak dikurangi saja layanannya, Transjakarta itu penumpangnya dibuat sesak-sesak tidak manusiawi. Apalagi dikurang hingga sekitar 80% layanannya jadi arena penyebaran virus Corona dong. Sudah begitu pengurangan kapasitas layanan transportasi publik itu dia lakukan untuk menimbulkan efek kejut kepada masyarakat. Wah kejam sekali Anies Baswedan kasih pesan efek kejut yang sangat berbahaya di tengah upaya melawan paparan virus Corona. Sangat beda dan sangat tidak cerdas Anies Baswedan sebagai harusnya tidak ambil untung dan tidak lakukan peluang penyebaran virus Corona yang dia bilang sebagai efek kejut. Tindakan dan ucapan Anies Baswedan ini bisa digugat ke pengadilan dan dilaporkan ke polisi karena melawan kebijakan pengendalian masalah kesehatan yang sedang dilakukan oleh pemerintah.
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota (FAKTA)

Komentar