Minggu, 07 Juni 2026 | 05:11
NEWS

IPB University Tutup Akses ke Kampus Hingga 5 April

IPB University Tutup Akses ke Kampus Hingga 5 April
Institut Pertanian Bogor (IPB) University (IPB

ASKARA - Institut Pertanian Bogor (IPB) University memberlakukan kebijakan Partially Closed Down mulai 17 Maret hingga 5 April 2020. Selama kebijakan tersebut, akses kampus akan ditutup bagi seluruh warga IPB serta pihak luar yang tidak berkepentingan. Hal itu untuk mengantisipasi virus Covid-19. 

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi sekaligus Ketua Tim Crisis Center IPB University, Dodik Ridho Nurrochmat mengatakan, akses masuk kampus akan diberikan secara terbatas untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak bisa ditunda, seperti penelitian di laboratorium. 

Pembatasan akses masuk tersebut sebagai upaya untuk menjamin efektivitas sterilisasi gedung dan ruangan secara bergilir di lingkungan kampus. 

Selama masa tersebut, seluruh aktivitas di lingkungan IPB akan dilaksanakan secara online atau metode tanpa tatap muka yang lain. Kecuali untuk pelaksanaan dengan sistem piket atau bentuk penugasan lainnya, antara lain petugas polikilinik, keamanan, kebersihan, sekretariat kantor unit kerja, umum, sarana, dan prasarana, riset tugas akhir di laboratorium atau sejenisnya yang menurut sifatnya dan prosedurnya tidak dapat dihentikan, ditunda, atau dilakukan jeda (interrupted).

Selain itu juga aktivitas kantin yang ditunjuk oleh IPB, serta sistem informasi dan manajemen data atau kegiatan lainnya yang atas pertimbangan pimpinan IPB atau unit kerja dianggap sangat penting dan tidak dapat ditunda.

"Harapannya agar mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan tetap dapat menjalankan aktivitas akademik maupun administrasi dengan tenang," ujar Dodik. 

Pihak IPB mengimbau sivitas akademika terus mengikuti perkembangan informasi melalui saluran informasi resmi, baik melalui website, maupun media sosial resmi milik IPB. 

Berdasarkan informasi yang didapat Askara, seorang mahasiswa IPB University dinyatakan positif terjangkit virus corona dan sedang menjalani perawatan di Jakarta. 

Mahasiswa tersebut diduga terpapar dari sang ayah yang memiliki riwayat kontak dengan pasien yang mengidap corona. Saat ini, Pemerintah Kota Bogor juga sedang berkoordinasi dengan seluruh pihak guna menelusuri riwayat interaksi yang bersangkutan, sekaligus juga melakukan pemantauan ketat. 

Komentar