Minggu, 07 Juni 2026 | 15:41
NEWS

6 Orang Pastor di Italia Dikabarkan Meninggal Dunia Akibat Corona

6 Orang Pastor di Italia Dikabarkan Meninggal Dunia Akibat Corona
Seorang wanita berjalan di Lapangan Santo Markus, Venesia, Italia, Senin (9/3/2020). (Anteo Marinoni/LaPresse via AP)

ASKARA - Virus corona yang mewabah di Italia tak hanya menimbulkan korban di kalangan masyarakat biasa. Virus ini juga menyebabkan beberapa orang imam atau pastor umat Katolik di negara itu menjadi korban. 

Bahkan, beberapa orang pastor dikabarkan telah meninggal dunia. Di antaranya, Monsignor Vincenzo Rini, pastor dari Keuskupan Cremona yang meninggal dunia, Sabtu (14/3). Sebelumnya, seorang pastor di bagian lain Italia utara, Pastor Guido Mortari (83) juga meninggal dunia, pada Jumat (13/3). 

Media lokal di Italia melaporkan, tidak ada kematian pastor (imam Katolik) terbanyak dari negara manapun jika dibandingkan dengan di Italia.

Selain para pastor, para suster di negara tersebut juga berada di antara orang yang meninggal dunia. Seorang biarawati Little Missionary Sisters of Charity meninggal dunia, Minggu (15/3) di usia 88 tahun setelah dia dan 23 anggota komunitasnya di Tortona, dekat Milan, diungsikan dengan helikopter dan dirawat di rumah sakit karena demam dan kesulitan bernapas. Seorang suster lainnya pun saat ini sedang berada dalam kondisi kritis.

Menurut situs bergamonews.it, kematian Mgr Vincenzo Rini dan Pastor Guido Mortari telah menambah jumlah pastor yang meninggal dunia. Sebelumnya, situs bergamonews.it melaporkan bahwa 6 orang pastor di Keuskupan Bergamo telah meninggal oleh virus corona walaupun hal itu belum dikonfirmasi Media Catholic National Agency atau CNA yang turut menurunkan berita tersebut. 

Imbas pagebluk corona terhadap pastor umat Katolik juga terjadi di negara lainnya. Awal Maret lalu, seorang pastor di Perancis harus menjalani perawatan intesif di rumah sakit. Lalu, seorang pastor di Peru, termasuk salah satu pasien pertama akibat virus corona di negara tersebut. Seorang imam di Keuskupan Yakima, di Washington, Amerika Serikat, juga telah didiagnosis mengidap virus corona. 

Seorang pastor dari Keuskupan Cremona, Mgr Antonio Napolioni yang telah pulih dari virus corona mendesak agar warga menganggap serius semua tindakan pencegahan dan aturan-aturan yang ditetapkan otoritas setempat terkait virus corona. 

"Jika situasi memaksa kita untuk mengambil langkah mundur sejenak dari semua kesibukan dan gaya hidup yang hingar bingar, maka ini adalah saat yang tepat. Kita tidak perlu takut," kata Mgr Antonio.

Sementara, menurut laporan dari media Prancis, Uskup Emmanuel Delmas of Angers (65) dinyatakan positif virus corona. Uskup Emmanuel diketahui telah berada di Roma sejak awal Maret bersama para uskup Prancis lainnya untuk kunjungan "ad limina". 

"Saya dan 28 uskup lainnya yang melakukan perjalanan ke Roma saat itu, kini sedang terisolasi," ujar Uskup Emmanuel. (martin selitubun/lov)

Komentar