Kamis, 04 Juni 2026 | 10:01
NEWS

Anies Kembalikan Jumlah Moda Transportasi Tapi Penumpangnya Dibatasi

Anies Kembalikan Jumlah Moda Transportasi Tapi Penumpangnya Dibatasi
Antrean penumpang di salah satu stasiun MRT Senin pagi (16/3). (Dok. MRT Jakarta)

ASKARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik kembali kebijakan pengurangan armada maupun rangkaian sejumlah moda transportasi.

Bercermin dari terjadinya penumpukan penumpang pada Senin pagi (16/3). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, hal ini dilakukan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat.

"Maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta. Dan kita akan laksanakan dengan social distancing secara disiplin," jelasnya di Balai Kota.

Dengan penerapan social distancing secara disiplin, jumlah penumpang akan dibatasi per bus atau per gerbong.

"Juga akan ada pembatasan jumlah antrean di dalam halte dan jumlah antrean di dalam stasiun. Sekali lagi tujuannya untuk mengurangi risiko penularan," tutur Anies.

Dia mengatakan, hal itu semua memiliki konsekuensi antrean yang akan lebih banyak di luar halte dan stasiun. Di mana, antrean di luar halte dan stasiun di ruang terbuka mengurangi tingkat risiko penularan virus corona daripada terjadi di ruang tertutup.

"Karena itu pembatasan jumlah penumpang per gerbong dan per bus menjadi penting sekali untuk memastikan bahwa jarak fisik antara satu penumpang dengan penumpang lain baik pada saat menuju kendaraan umum maupun selama berada dalam kendaraan umum tetap terjaga," papar Anies.

Meski begitu, Anies menekankan agar dunia usaha tetap menekankan cara pengelolaan kerja para karyawannya secara jarak jaun.

"Working from home atau kerja dari rumah kami imbau untuk terus diintensifkan. Ini sejalan dengan arahan bapak presiden kemarin untuk bekerja dari rumah," katanya. 

Dia memastikan bahwa para pekerja juga tetap bisa berkontribusi produktif meskipun bekerja dari rumah. Dengan begitu, kegiatan social distancing mampu untuk mengurangi potensi penularan virus corona namun tetap bisa menjaga solidaritas.

"Kita perlu menggarisbawahi bahwa social distancing yang kita dorong tidak bisa diartikan sebagai menjaga jarak solidaritas. Solidaritas harus tetap dekat dan erat walaupun secara fisik harus berjauhan demi melindungi seluruh penduduk di Jakarta," demikian Anies.

Sebelumnya, moda transportasi massal Transjakarta mengurangi jumlah armada yakni hanya beroperasi di 13 rute dengan headway 20 menit, serta mengurangi waktu operasi menjadi pukul 06.00-18.00 WIB. 

Termasuk Mass Rapid Transit (MRT) yang sebelumnya 16 rangkaian menjadi hanya empat, serta jam operasi yang sebelumnya 05.00-24.00 WIB menjadi 06.00-18.00 WIB.

Komentar