Minggu, 07 Juni 2026 | 21:02
NEWS

Perempuan Punya Peluang Besar Berkarir di Dunia Media

Perempuan Punya Peluang Besar Berkarir di Dunia Media
Diskusi bertajuk Mendorong Posisi Perempuan di Media di Unika Atma Jaya, Jakarta. (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Kesetaraan gender sudah terjadi di berbagai bidang pekerjaan, tak terkecuali dunia jurnalis. 

Di bidang pers, jumlah perempuan sama banyaknya dengan laki-laki. Bahkan perempuan tidak hanya ditugaskan dalam melakukan peliputan, mereka juga melakukannya dengan baik. 

Menurut Board of News Director CNN Indonesia TV Desi Anwar, perempuan punya kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk meniti karier dalam dunia penyiaran. Peluang itu terbuka selagi mereka mempunyai kemampuan. 

"Jadi kesempatan untuk berkarya di televisi sangat terbuka, baik bagi laki-laki maupun perempuan," ujarnya dalam diskusi "Mendorong Posisi Perempuan di Media" di Unika Atma Jaya, Jakarta, Rabu (11/3).

Bahkan perempuan mengisi berbagai tugas yang seharusnya dikerjakan oleh laki-laki. Salah satunya camera person yang mulai banyak dikerjakan perempuan. Dalam siaran televisi, perempuan juga dilihat pada berbagai program. 

"Bukan hanya tampil di layar saja tapi untuk menjadi camera person, menjadi audio person, menjadi film produser itu kita banyak yang dari perempuan," kata wartawati senior itu. 

Terlebih dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang membawa perubahan dalam kehidupan. Seperti halnya kesempatan perempuan menjadi wartawan sangat membantu. Tentu dibekali wawasan yang luas. 

"Karena dengan adanya teknologi dan kemampuannya asal kita terampil. Itu terbuka untuk laki-laki atau perempuan karena tidak telalu diskriminasi," jelas Desi Anwar. 

Di tempatnya bekerja, peran perempuan mendominasi terutama untuk posisi pembawa acara. Karena setiap perempuan memiliki ciri khas tersendiri ketika menyampaikan sebuah informasi, tentu ditunjang dengan penampilan yang baik.

"Di layar kita ada anchor perempuan, ada anchor laki-laki tapi memang pempuan lebih banyak. Karena kalau anchor perempuan mereka dari segi variasinya itu harus ada, kalau laki-laki posenya standar," tutur Desi Anwar. 

"Jadi, aspek dari penampilan dan sebagainya kita sangat jaga karena kita harus menghormati audiens kita," tambahnya. 

Komentar