Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:44
NEWS

Pasien dalam Pemantauan Covid-19 Bertambah Jadi 606 Orang

Pasien dalam Pemantauan Covid-19 Bertambah Jadi 606 Orang
Dirut RSPI Mohammad Syahril memberikan keterangan soal pasien dalam pemantauan virus corona. (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Pasien dalam pemantauan virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah setiap harinya di RSPI Sulianti Saroso hingga Senin pagi (9/3) sudah mencapai lebih dari 500 orang.

"Jumlah pasien orang dalam pemantauan itu berjumlah 606 sampai dengan tadi pagi terus meningkat. Kemarin 585 ya sekarang naik," ungkap Direktur Utama RSPI Prof dr Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI, Sunter, Jakarta Utara. 

Adapun, pasien dalam pengawasan pada Minggu (8/3) bertambah satu orang berjenis kelamin laki-laki. Di mana sebelumnya tiga orang kini menjadi empat orang sehingga total 10 orang jika ditambah dengan enam orang yang positif corona. Satu orang yang dirujuk Minggu malam mengalami sedikit panas tubuh yang diselingi batuk serta nyeri saat menelan. 

"Tapi dia masih sadar kemudian masih bisa berkomunikasi. Dan sekarang sudah dirawat di ruang isolasi," kata Mohammad Syahril. 

Saat ini ada empat pasien positif corona tengah ditangani RSPI yang kemudian dua lainnya berada di RSUS Persahabatan. Empat yang dirawat di RSPI dinyatakan kondisinya terus membaik bahkan bisa berkomunikasi secara langsung.

"Saya ingin menyampaikan kondisi dari pasien pasien satu hingga empat alhamdulillah sampai saat ini tambah membaik. Bahkan kemarin jam 12 kami direksi dan teman-teman dokter paru mengadakan komunikasi langsung kepada dua pasien," tutur Mohammad Syahril.  

"Kan ada monitor, ada CCTV, kita bisa telepon dan bisa melihat dengan CCTV kepada pasien satu maupun satu lagi WNI juga. Dan mereka sangat akomodatif bisa menjawab dan happy," sambungnya.

Selain lancar berkomunikasi mereka juga sudah bisa melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan bisa ke kamar mandi dan memakai pakaian sendiri. 

Kemudian enam pasien positif corona sudah dalam keadaan tidak diinfus dan tidak dipasang selang oksigen. Adapun tanda-tanda vital, mereka dinyatakan dalam batas normal semua sehingga tidak mengalami demam.

"Pasien ini masih kita kontrol terus ya sampai nanti hasil betul-betul negatif. Baik yang positif ada konversi dari positif ke negatif dan yang negatif kita lihat dua kali negatif baru akan kita pulangkan," demikian Mohammad Syahril. 

Komentar