Promosi Wisata, Aida Caren Feat Tonggeret Tipakidulan Rilis Alam Cikuya
ASKARA - Setelah sukses dengan film dan single hits pertama berjudul Kita Semua Sama, penyanyi cilik yang juga Duta Cilik Pariwisata Provinsi Banten Aida Caren kembali berkarya melalui lagu kedua Alam Cikuya.
Lagu disajikan dengan Bahasa Sunda yang dipadukan alat musik khas Sunda Banten.
Kali ini, penyanyi asal Kota Serang itu berkolaborasi dengan grup musik asal Kabupaten Lebak Tonggeret Ti Pakidulan. Isi dalam lagu menceritakan bentuk kecintaan terhadap alam.
Disebutkan bahwa di Cikuya bukan hanya ada kebun teh saja tetapi juga ada beberapa tempat wisata seperti Lebak Damar dan Curug Cikuya.
"Cikuya itu bagus bukan sekadar kebun teh. Tapi spot fotonya itu luar biasa dan Instagramable banget, Lebak Damar itu seperti hutan tapi sangat bagus untuk spot foto. Bisa dilihat di video klipnya," jelas Aida Caren seraya menyebut bahwa suhu di Cikuya mencapai delapan derajat Celcius.
Untuk sampai ke sana bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat. Sebab, akses jalan sudah terbilang bagus sehingga memudahkan para pecinta alam menyambangi Cikuya.
"Akses bagus, agak lama karena lumayan jauh. Tapi teman-teman pasti tidak akan kecewa dengan pemandangan yang disuguhkan alam Cikuya, mantap banget," beber Aida Caren.
Vokalis Tonggeret Tipakidulan Imam Taufik Fatkhur Rohman menjelaskan, penciptaan lagu tersebut untuk memublikasikan pariwisata alam Cikuya. Dengan menggaet duta pariwisata cilik diharapkan dapat mengangkat destinasi yang ada di Banten.
"Intinya kami ingin memperkenalkan inilah Banten dengan segala destinasi wisatanya. Melalui lagu ini diharapkan masyarakat dapat mengenal dan tertarik ingin mengunjungi Cikuya," terang Imam.
Grup musik yang memiliki lima personil ini sebelumnya telah mempublikasikan alam Cikuya di beberapa kegiatan di luar Banten. Mereka berharap, dengan dibuatnya lagu tersebut dapat menjadi daya tarik lebih bagi wisatawan untuk berkunjung ke Cikuya.
"Meskipun berbahasa Sunda, dalam video klipnya kami sisipkan terjemahan agar yang kurang mengerti berbahasa Sunda pun dapat menikmati lagunya dan mengerti apa yang dimaksud dalam pelafalan lagu ini," jelas Imam.
Pemain kendang Somantri mengaku optimis dapat memperkenalkan Bumi Banten kepada dunia. Karena sebelumnya mereka telah tampil dalam suatu kegiatan yang disaksikan oleh 12 duta negara.
"Sebetulnya kami sudah memperkenalkan lagu ini ke berbagai negara di dunia. Karena ketika perform di Jakarta ditonton oleh 12 duta sedunia," ujarnya.
Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Banten Jalaludin yang juga tim kameramen dalam pembuatan video klip lagu Alam Cikuya mengatakan bahwa pengambilan gambar lebih ke area wisata. Menurutnya, alam dengan nilai adat lokal itu lebih kuat, bisa diangkat dan dipromosikan.
Dia mengaku bersyukur terdapat nilai-nilai budaya lokal yang diangkat dalam video klip. Sehingga bisa memberikan kemaslahatan untuk orang banyak.
"Karena dari video kita bisa mengenalkan daerah di sana, bisa mempromosikan apa yang ada di sana. Karena bukan hanya pariwisatanya saja tetapi adat dan tradisi lokalnya juga. Intinya di video ini diharapkan orang bisa membayangkan ketika dirinya ke alam Cikuya, harus mendapatkan momen seperti itu," pungkas Jalaludin. (dispar.bantenprov/why)

Komentar