Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:09
NEWS

Menlu Retno: Angka Kesembuhan Corona Cukup Tinggi Kalau Cepat Ditangani

Menlu Retno: Angka Kesembuhan Corona Cukup Tinggi Kalau Cepat Ditangani
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menilai saat ini perkembangan virus corona (Covid-19) sudah cenderung menurun. Hal itu ditandai dengan mulai naiknya tingkat kesembuhan dari penderita virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

Seperti halnya saat ini, WNI yang terjangkit atau yang terpapar jumlahnya adalah 12 orang. Dengan rincian 9 WNI di Jepang, enam di antaranya sudah sembuh dan tiga stabil. 

Kemudian, sisanya di Singapura dua orang, yang satu positif dan satu lainnya pulih, dan satu WNI orang lagi di Taiwan dalam kondisi stabil.

"Berarti, angka atau potensi untuk kesembuhan itu cukup tinggi kalau memang kita cepat-cepat menanganinya dengan baik," ujar Retno Marsudi, usai mengunjungi RS Lapangan untuk penanganan virus corona yang didirikan Artha Graha Peduli (AGP) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (8/3).

Saat ini, kata Retno, jajarannya baik yang ada di dalam maupun di luar negeri sedang mengamati perkembangan yang terjadi pada kapal Grand Princess di San Fransisco.

"Di situ terdapat 57 ABK WNI yang bekerja pada kapal tersebut. Saya terus berkomunikasi dengan tim yang ada di Amerika, sejauh ini pantauan kita 57 dalam kondisi sehat. Mudah-mudahan, sekali lagi," tuturnya. 

Saat ini yang paling penting, menurutnya adalah negara bekerja untuk mengurangi risiko dan memmerhatikan WNI di luar negeri. 

"Yang sudah terkena dan sekali lagi kita akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengatasi tantangan ini," kata dia.

Saat ini tantangan mencegah dan mengatasi virus corona tak hanya dihadapi Indonesia, melainkan seluruh dunia. Lantaran itu, diperlukan kerja sama berbagai pihak. 

"Makanya kita setiap hari kita melakukan komunikasi dengan WHO, itu juga untuk melihat tren perkembangannya seperti apa, kemudian inovasi yang sudah dilakukan WHO seperti apa, mungkin sangat berguna bagi Indonesia," ungkapnya.

Kementerian Luar Negeri juga terus memantau tiga negara yang ditutup aksesnya untuk mengunjungi atau transit ke Indonesia, yakni Itali, Korea Selatan dan Iran.

"Setiap hari mereka laporan, kalau nggak salah sehari dua kali, at the end of the day saya biasanya sudah punya chart baru pertumbuhan confirm disease dari masing-masing negara. Dan selalu saya tanyakan WNI kita bagaimana," tandasnya.

Komentar