Langkah Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Siloam Hospitals Group
ASKARA - Respons cepat pemerintah dalam proses skrining Corona Virus Disease (Covid-19) telah dikoordinasikan di seluruh rumah sakit (RS) di Indonesia. Namun, kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu ditingkatkan untuk memperlambat penyebarannya.
Berbagai upaya juga telah dilakukan sejumlah negara mengendalikan penyebaran Covid-19. Berdasarkan pembelajaran tersebut, Siloam Hospitals Group telah menerapkan beberapa best practice demi keamanan pasien, pengunjung, tenaga medis, dan komunitas sekitar.
Namun demikian, upaya pengendalian harus dilakukan oleh seluruh masyarakat dan dimulai oleh setiap individu.
"Kami memberikan beberapa panduan yang telah diterapkan di setiap rumah sakit kami dan juga membagikan langkah-langkah yang perlu menjadi perhatian dan prioritas kita bersama," demikian rilis resmi Siloam Hospitals Group yang diterima Askara, Jumat (6/3).
Pencegahan di lingkungan Siloam Hospitals Group dilakukan dengan Limitasi Akses Masuk. Di mana, akses masuk ke lingkungan RS hanya melalui pintu masuk yang ditentukan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kemudian, juga dilakukan limitasi jumlah pengunjung, di mana setiap pasien hanya boleh didampingi satu orang. Dan, mengimbau membatasi kunjungan ke pasien, termasuk kunjungan rohani.
Selanjutnya, dilakukan skrining kondisi pasien sebelum pasien memasuki rumah sakit. Hal itu dilakukan dengan pengukuran suhu tubuh, pengisian formulir pernyataan kesehatan oleh pasien dan pemeriksaan lebih lanjut di tempat terpisah bagi pasien dalam pemantauan, dalam pengawasan, dan suspect Covid-19.
Untuk pasien dengan kriteria pemantauan dan pengawasan ditempatkan di ruangan isolasi sesuai standar WHO. Sementara, rujukan untuk uji konfirmasi, sesuai arahan Kementerian Kesehatan, pasien suspect akan dirujuk ke rumah sakit yang ditetapkan oleh Kemenkes.
Sementara, untuk pencegahan di lingkungan publik, pihak Siloams Hospitals Group mengimbau agar masyarakat mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Hindari menyentuh obyek di area publik (gagang pintu, rel tangga/eskalator, tombol lift). Penularan virus adalah melalui droplet yang tertinggal di permukaan benda mati yang kita sentuh.
Jika sakit, lakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah dan membatasi interaksi dengan orang lain. Kemudian, bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk proses skrining yang dilakukan oleh pihak yang berwenang di mana pun Anda berada (rumah sakit, bandara, sekolah, dan lainnya). Masyarakat juga diimbau untuk sementara tidak bersalaman atau berjabat tangan.
Selanjutnya, menghindari keramaian dan pertemuan dengan banyak orang (misalnya rapat besar, konferensi) dan jangan panik dan jangan mudah terpancing dengan berita yang tidak bertanggung jawab.
Melalui Kementerian Kesehatan, pemerintah Indonesia juga telah menyediakan kontak hotline yang dapat dihubungi terkait Covid-19 di nomor (021) 5210 411 atau 0812 1212 3119.
Berikut daftar RS rujukan Covid-19 di DKI Jakarta ada di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, RSU Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto. Di Banten di RSU Serang, RSU Tangerang. Surabaya dirujuk ke RSU Dr. Soetomo. Bali di RSU Sanglah, RSU Tabanan dan RSU Sanjiwani Gianyar.

Komentar