Selasa, 21 Juli 2026 | 22:22
LIFESTYLE

Siloam Lippo Village Perkuat Penanganan Penyakit Aorta Kompleks Modern

Siloam Lippo Village Perkuat Penanganan Penyakit Aorta Kompleks Modern
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, menjelaskan tentang penyakit aorta (Dok Siloam)

ASKARA - Kecepatan penanganan menjadi faktor utama dalam menyelamatkan nyawa pasien penderita penyakit aorta kompleks, terutama pada kasus akut yang memiliki risiko kematian tinggi dalam waktu singkat. Menjawab tantangan tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat layanan kardiovaskular modern berbasis teknologi dan kolaborasi multidisiplin.

Hal tersebut disampaikan dalam media gathering bertajuk “Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern” yang digelar di Tangerang, Selasa (19/5/2026).

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, menjelaskan bahwa penyakit aorta merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan diagnosis dan tindakan cepat.

“Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2 persen setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan,” ujar dr. Dicky.

Ia menjelaskan, aorta merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan seperti aneurisma aorta dan diseksi aorta kerap berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa.

Secara global, insidensi acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 per 100 ribu orang per tahun. Sementara di Indonesia, layanan penanganan aorta kompleks masih sangat terbatas.

Dari lebih dari 2.500 rumah sakit di Indonesia, hanya sekitar 120 hingga 150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung. Namun, hanya sebagian kecil yang memiliki kemampuan komprehensif menangani kasus aorta kompleks dengan tingkat kesulitan tinggi.

Menurut dr. Dicky, keberhasilan penanganan kasus aorta tidak hanya bergantung pada satu dokter atau satu prosedur medis semata, tetapi membutuhkan kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh.

“Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi dalam satu protokol yang terintegrasi,” jelasnya.

Memasuki lebih dari 30 tahun pelayanan kesehatan di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village mengaku telah menangani lebih dari 40 ribu kasus kompleks secara multidisiplin.

Rumah sakit tersebut kini juga menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Indonesia yang mengimplementasikan teknik Frozen Elephant Trunk (FET), teknologi bedah modern untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut.

Selain teknik bedah terbuka dan FET, Siloam Hospitals Lippo Village juga didukung layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT Scan kardiovaskular 24 jam, serta tim multidisiplin terintegrasi yang terdiri dari spesialis bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, hingga intensive care.

Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam Hospitals Lippo Village berharap masyarakat Indonesia semakin mudah mengakses layanan penanganan aorta kompleks berstandar tinggi sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa.

 

Komentar