Paus Fransiskus Sehat, Kehadirannya di Indonesia Masih Ditunggu
ASKARA - Lawatan Paus Fransiskus terus dinanti umat Katolik di Indonesia. Walaupun, Paus dikhawatirkan tidak akan hadir akibat wabah virus corona (Covid-19).
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kabar konfirmasi kehadiran Paus ke Indonesia dari Takhta Suci Vatikan, setelah undangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah disampaikan kepada Takhta Suci Vatikan pada Selasa (28/1) lalu.
"Kita menunggu bersama dalam doa," ucapnya, kepada Askara, Rabu (4/3).
Namun, masih tetap ada kekhawatiran Paus batal ke Indonesia lantaran wabah corona. Sebelumnya, dalam channel Youtube Martin Selitubun, Perwakilan Indonesia di Vatikan mengunggah video berjudul "Doa Angelus bersama Paus Fransiskus Ditengah Isu Corona, Minggu 1 Maret 2020". Dalam video tersebut dikabarkan langsung kondisi Paus di tengah ramainya corona di Italia. Saat itu, Paus menyapa umat dengan membacakan kitab suci pukul 12.00 waktu setempat
"Banyak kegiatan yang Paus tidak bisa ikut karena dia lagi flu, kondisinya kurang sehat," ungkap Martin mengutip pesan Paus.
Menanggapi hal itu, Dubes Agus mengatakan bahwa saat itu Paus tampil dalam acara doa khusus dan pemberkatan mingguan bagi umat yang dikenal sebagai "Angelus". Dia menegaskan apa yang dilakukan Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio menunjukkan kondisinya baik-baik saja dan jauh dari gejala corona.
"Penampilan Paus di salah satu jendela ruang studi yang menghadap lapangan St Petrus di Vatikan membuktikan bahwa Paus Fransiskus sampai kemarin dalam keadaan sehat. Kita doakan bersama," ujar Agus.
Salah satu umat Katolik di Indonesia, Nikolaus Wibowo mengaku sangat menanti kehadiran Paus. Dia pun ingin merasakan kehadiran Paus Fransiskus yang disambut hangat seperti halnya kedatangan Paus Yohanes Paulus II beberapa tahun lalu.
"Sebagai umat Katolik, kedatangan Paus Fransiskus tentu menjadi hal yang sangat dinanti-nanti. Terakhir, kunjungan Paus ke Indonesia adalah semasa Paus Yohanes Paulus II, sekitar 1989. Saat itu saya belum lahir. Jadi masih dengar-dengar cerita saja dari orangtua bagaimana kedatangan Paus Yohanes Paulus II disambut penuh suka cita oleh seluruh elemen bangsa, tak hanya warga Katolik," ujar Nikolaus kepada Askara.
Nikolaus berharap, Indonesia menyambut Paus Fransiskus dengan jamuan yang terbaik, seperti halnya saat menyambut Paus Yohanes Paulus II di era Presiden Soeharto kala itu.
"Menurut saya, rasa suka cita itu akan terulang lagi nanti saat Paus Fransiskus melawat ke Indonesia. Indonesia yang kaya akan suku, agama, kebudayaan, dan ras, menjadi jamuan yang paling indah untuk menyambut Paus. Apalagi, Paus Yohanes Paulus II pernah mengungkapkan bahwa tidak ada negara yang begitu toleran seperti Indonesia. Dan, saya harap, kita semua bisa menunjukkan itu nanti," harapnya.

Komentar