Senin, 08 Juni 2026 | 10:51
NEWS

Curah Hujan Rendah, Hutan dan Lahan di Dusun Sigumoi Terbakar

Curah Hujan Rendah, Hutan dan Lahan di Dusun Sigumoi Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan di Dusun Sigumoi, Kabupaten Dairi, Sumut. (Dokumentasi BNPB)

ASKARA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Sigumoi, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. 

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/3) mulai pukul 11.00 WIB. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran. 

"BPBD menyebutkan dampak kebakaran hutan dan lahan ini seluas 0,5 hektare," kata Kepala Pusdatinkom Bencana BNPB Agus Wibowo kepada media.

Saat ini, api sudah dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni dan Babinsa. Mereka berhasil melakukan pemadaman secara manual sehingga kobaran api tidak meluas.

Sehari sebelumnya, Selasa (3/3), karhutla juga terjadi di wilayah Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.23 Wita. 

"Wilayah yang terbakar berupa lahan gambut dengan semak belukar, pohon karet dan sawit," kata Agus. 

Perhitungan lapangan terhadap luas hutan dan lahan terbakar mencapai 3 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. 

Personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Angni, organisasi perangkat daerah lain serta warga melakukan pemadaman dengan dukungan peralatan dan kendaraan. Tim gabungan melanjutkan pemadaman dan pendinginan sehingga api tidak meluas. 

Kejadian ini telah diprakirakan mengingat curah hujan yang rendah hingga menengah pada Maret 2020. BMKG menginformasikan bahwa potensi titik panas atau hot spot dapat terjadi di wilayah Sumatera bagian utara, Riau, dan Aceh. 

"BNPB memonitor titik panas yang telah terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara dari awal tahun hingga akhir Februari 2020," jelas Agus. 

Komentar