Kamis, 11 Juni 2026 | 08:40
NEWS

Begini Cara Warga Ibu Kota Melawan Corona

Begini Cara Warga Ibu Kota Melawan Corona
Aktivitas warga ibu kota di Stasiun MRT Dukuh Atas di tengah antisipasi virus corona. (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Pengumuman dua warga Indonesia yang terjangkit virus corona sontak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. 

Pemerintah terus berusaha menangani penularan dan penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

Rahmi Yati Abrar (27) yang berdomisili di Jagakarsa, Jakarta Selatan mengaku khawatir adanya penyebaran virus corona. Sehingga patut waspada dengan menjaga pola hidup sehat. 

"Takut pasti, apalagi kita tahu penyebaran di negara lain sangat cepat kan. Intinya ikuti instruksi pemerintah dan lembaga terkait. Tetap jaga kesehatan sama tingkatkan pola hidup bersih dan sehat," ujar karyawan swasta itu saat berbincang dengan Askara di Kawasan Cikini, Rabu (4/3).

Menurut Rahmi, jika hendak bepergian tapi merasa kurang sehat atau memang dasarnya memiliki daya tahan tubuh rendah pasti menggunakan masker. Namun tidak memakainya setiap hari. 

"Kalau aku pribadi gitu, jadi tidak keterusan pakai masker. Terus kalau ngerasa was-was aku minum vitamin buat daya tahan tubuh. Apalagi kerja sebagai karyawan," jelasnya. 

Terlebih saat menggunakan angkutan umum tentu muncul rasa khawatir karena harus berpapasan dengan banyak orang tanpa mengetahui kondisi kesehatannya. 

"Iya sih khawatir, apalagi banyak ketemu orang tidak dikenal. Terus aku kan jalur angkutannya arah Depok, rada-rada takut juga sih karena yang kemarin kan katanya warga Depok," tutur Rahmi. 

"Tapi berdoa saja sama jaga diri sih. Soalnya kalau kita panik, drop, imunnya turun kan makin mudah kena. Tapi semoga kita semua dilindungi," tambahnya. 

Senada, Mega Puspita Sari (28) juga merasa khawatir dan takut telah masuknya virus corona di Indonesia. Tapi itu tidak berlebihan, hanya saja dirinya melawan ketakutan dengan berdoa dan tetap menjaga kesehatan. 

"Sejujurnya masih enjoy saja gitu, maksudnya ada ketakutan tapi biasa saja, enggak heboh. Selalu mawas diri pasti sih, lebih menjaga kebersihan, kayak cuci tangan gitu," kata Mega yang berdomisili di Kebayoran Baru.

Sementara Azis (30) yang berdomisili di Bendungan Hilir mengaku lebih khawatir jika menggunakan angkutan umum. Mengingat kondisinya sudah ada virus corona di Indonesia sehingga aktivitas di luar rumah pun harus dikurangi. 

"Enggak terlalu takut sih tapi memang lebih parno saja kalau lihat orang batuk atau bersin. Kalau ke tempat-tempat nongkrong memang saya kurangi di masa seperti ini. Sama-sama menjaga biar enggak tertular dan menulari," jelasnya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kondisi ibu kota sedang genting karena ditemukannya dua orang positif corona di Indonesia. Maka itu, dia meminta jajarannya segera mengambil langkah-langkah lebih lanjut.

"Kemudian kita menyadari ini situasi urgent atau situasi genting. Karena itu segalanya harus dikerjakan dengan cepat dan harus responsif," kata Anies.

Komentar