Jika Membaik, 2 Pasien Corona Diperbolehkan Pulang dalam 5 Hari
ASKARA - Menteri Kesehatan (Menkes, Terawan Agus Putranto menyebut dua pasien yang positif virus corona (Covid-19) yang saat ini dirawat di RSPI Prof DR Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara bisa saja pulang secepatnya.
Terawan menilai, kondisi dua orang yang terinfeksi virus corona ini sudah membaik. Menurutnya, kedua pasien itu seperti flu biasa, hanya sedikit masih batuk-batuk. Terawan memastikan kedua pasien tersebut bisa disembuhkan dengan masa pemantauan selama lima hari di rumah sakit.
"Baik banget kondisinya. Sebenarnya kalau mau dipulangkan ya bisa tapi kan saya mesti cek lagi, kita swipe ulang. Biasanya setelah lima hari kita swipe ulang. Biasanya negatif kalau sudah dalam perawatan itu cepat sekali," ujar Terawan, usai memantau dua pasien yang terinfeksi corona di RSPI Sulianto, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3).
Jika pemantauan selama lima hari tersebut pasien telah negatif dari virus corona, maka pasien dapat diperbolehkan pulang.
"Ya, kita lihat kondisi badannya kalau sehat kemudian negatif ya dipulangkan. Seluruh dunia ya begitu, nggak ada apa-apa berartikan negatif nggak ada (virus)," kata dia.
Saat ini, pihak RSPI Sulianti sedang melakukan perawatan terhadap dua orang tersebut secara intensif, termasuk memberikan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ketika imunitas tubuh meningkat, Terawan memastikan virus tersebut bisa hilang dengan sendirinya.
"Perawatan seperti orang kena flu, vitamin diberikan, makanan disehatkan, bukan antibiotik karena ini kan bukan karena bakteri, ini kan kena virus. Imunitasnya dinaikkan sudah pasti sembuh sendiri. Namanya self limited disease," tegas dia.
Selain itu, juga dilakukan mekanisme surveilance tracking atau pemantauan kepada orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien.
"Nanti melalui Dinas Kesehatan, namanya tracking akan mencoba mengontak satu per satu apa yang dirasakan, apa yang dikeluhkan. Kalau nggak ada keluhan atau apa-apa ya enggak ada masalah. Orang ini kayak flu biasa aja kok," ungkap Terawan.
"Cuma namanya corona, jadi kita waspadai. Yang penting informasi itu sampai ke tenaga kesehatan, sampai dinas kesehatan sampai puskesmas itu," tegasnya.
Setelah kejadian ini, Terawan mengimbau agar masyarakat Indonesia memperkuat dorongan pencegahan melalui doa.
"Langkah pertama kita berdoa yang benar. Tetap nomor satu menjaga imunitas tubuh kita juga. Semua kita lakukan, di bandara kita awasi. Kan ini memang kasus yang enggak keliahatan kecuali dia batuk panas ada demam ya ketauan, tapi kalau nggak ada ya nggak bisa ketauan," tandasnya.

Komentar