Kamis, 18 Juni 2026 | 05:53
NEWS

Corona Masuk Indonesia, Jurnalis Diminta Tak Sebutkan Nama Korban

Corona Masuk Indonesia, Jurnalis Diminta Tak Sebutkan Nama Korban
Ilustrasi pers. (Kumparan/Nunki Pangaribuan)

ASKARA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, merespons pengumuman Presiden Joko Widodo, terkait dua orang warga yang positif terjangkit virus corona (Covid-19). Organisasi pers itu mengimbau agar wartawan mengutamakan keselamatan saat peliputan virus corona.  

Mengacu pada Undang-Undang Pers No 40/1999, pers nasional memiliki peran sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial. Juga berkewajiban untuk memberikan informasi yang tepat, akurat, dan benar.

Namun perusahaan media harus ingat dalam Undang-Undang No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, para pemberi kerja harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja para jurnalis. 

"Perusahaan media wajib membekali alat kesehatan bagi jurnalis yang meliput perihal Covid-19," ujar Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Ketua, Senin (2/3).

AJI juga meminta setiap nama korban terjangkit virus corona tidak disebutkan. Hal itu untuk menghindari dampak yang bakal terjadi atas informasi tersebut. 

"Media menjaga kerahasiaan identitas pasien dan keluarganya seperti nama lengkap dan alamat, guna menghindari kepanikan massal," kata Asnil. 

Dalam mengembangkan informasi terkait virus corona, maka media menggunakan narasumber yang berkompeten yang bisa mengemukakan pendapatnya. 

"Pers tidak mengutamakan sensasi dari korban dan keluarga. Pemerintah wajib memberikan informasi akurat, kredibel dan transparan dalam perkara Covid-19," terang Asnil. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, dua orang di Indonesia yang terjangkit virus corona itu sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran.

"Orang Jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/3).

Komentar