Seharusnya Arab Saudi Jangan Pukul Rata
ASKARA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai bahwa seharusnya pemerintah Arab Saudi tidak menutup sementara akses masuk jemaah ke Tanah Suci, termasuk dari Indonesia.
Dia mengatakan, saat ini pemerintah terus melakukan lobi agar jemaah dari Indonesia dapat memasuki Arab Saudi. Terlebih nyata dan faktanya belum ada satupun warga Indonesia yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19).
"Ya kita telah meminta duta besar Arab Saudi minta untuk kepada pemerintah untuk mengkaji lagi larangan kepada warga negara Indonesia. Sebab sampai belum ada data dan fakta yang terkena apalagi menjadi penyebar daripada corona," jelasnya di Lekker Djakarta, Kebayoran Baru, Sabtu (29/2).
Di sisi lain, penutupan sementara masuk ke Arab Saudi memang harus dipahami. Namun seharusnya Arab Saudi tidak memberlakukan semua negara untuk dilarang memasuki negaranya, terlebih khususnya dari Indonesia sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. Di mana hampir terdapat satu juta orang melakukan kepergian ke Arab Saudi untuk beribadah.
"Kan hampir satu tahun satu juta jemaah, ya jadi tidak bisa melaksanakan ibadahnya. Ya mudah-mudahan menteri luar negeri kita sedang melakukan lobi, duta besar juga sedang melakukan lobi-lobi yang sangat kuat agar diberikan kelonggaran bagi warga negara Indonesia," kata Bambang.
Padahal, daripada menutup akses masuk lebih baik dilakukan pemeriksaan deteksi virus di bandara atau sebelum memasuki kota suci seperti Mekah dan Madinah.
"Orang sehat juga dipersilakan saja dimasukkan. Intinya kan jangan sampai ada orang atau yang umrah masuk jika (terjangkit) penyakit berarti, pencegahannnya harus. Sebenarnya kalau terlanjur dari sana ya dicek saja, kalau dia bebas dampak corona ya dipersilakan dilanjutkan ibadahnya," papar Bambang.
"Jadi jangan pukul rata. Kan sudah ada tanda-tandanya, batuk, panas demam, batuk kering," tandas politisi Partai Golkar itu.

Komentar