Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:10
NEWS

Dukungan Anies untuk Pembangunan Museum Internasional Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam

Dukungan Anies untuk Pembangunan Museum Internasional Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara Peletakan Batu Pertama museum Nabi Muhammad di Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu (26/2). (Humas Pemprov DKI Jakarta)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku akan memfasilitasi infrakstruktur peletakan batu pertama (groundbreaking) Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

Demikian dikatakan Anies saat menghadiri acara groundbreaking museum tersebut di Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu sore (26/2). 

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, dan Sekjen Liga Dunia Islam Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa, Anies juga turut melakukan seremonial atas logo museum dan groundbreaking. 

Anies mengingatkan agar pembangunan museum dapat terlaksana on schedule, on budget, on quality, yang diharapkan ke depannya museum tersebut akan menjadi pelengkap ikon di Jakarta. Nantinya, kata Anies, museum ini akan menjadi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam pertama dan terbesar di dunia, yang letaknya di luar Saudi Arabia, yaitu di kawasan Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara.

"Jadi, ini melengkapkan Jakarta yang memiliki ikon-ikon yang cukup lengkap, dari mulai ikon Monas, Masjid Istiqlal, Katedral, Tugu Selamat Datang, dan ikon Jakarta ini, nanti dilengkapkan dengan adanya museum ini. Kami sendiri di Ancol sedang membangun masjid apung," ungkapnya.

Setelah museum dan masjid apung rampung dibangun, kata Anies, akan ada dua ikon muncul bersamaan. Di sisi barat masjid yang dibangun di atas laut ada masjid apung, dan di sisi timur Museum Rasulullah. 

"Nanti Insya Allah, di sini akan ada lebih dari 100 menu makanan Rasulullah akan disiapkan di tempat ini," ucapnya.

Kehadiran museum tersebut juga diyakini Anies akan meningkatkan citra Jakarta di dunia internasional, dan sangat bermanfaat bagi yang ingin mengetahui lebih dalam tentang rekam jejak sejarah Rasulullah SAW. 

Selain itu, diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung Ancol sekaligus memberi pesan kepada dunia tentang Indonesia yang senantiasa memberi perhatian terhadap Nabi Muhammad. Museum ini juga dirancang sebagai simbol Indonesia yang menyebarkan misi risalah Nabi Muhammad yang penuh dengan akhlak mulia, kedamaian, dan kasih sayang.

Untuk diketahui, pembangunan museum ini merupakan hasil kolaborasi dari DMI, Liga Dunia Islam (Rabithah Alam Al Islam) dan Yayasan Wakaf As-Salam Saudi Arabia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Penandatanganannya juga disepakati antara DMI dengan Liga Dunia Islam (Rabithah Alam Al Islam) dan Yayasan Wakaf As-Salam Saudi Arabia di Jeddah pada 30 September 2019 lalu, dilakukan pula Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara DMI dengan Pemprov DKI Jakarta tentang Penyediaan Lahan Pendirian Museum dimaksud pada 31 Januari 2020. Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Jusuf Kalla dan Anies Baswedan. 

Komentar