Senin, 08 Juni 2026 | 09:31
NEWS

Cawagub DKI, Nurmansjah Lubis Lebih Dikenal Ketimbang Riza Patria

Cawagub DKI, Nurmansjah Lubis Lebih Dikenal Ketimbang Riza Patria
Direktur LKSP Astriana B. Sinaga (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) menilai keterbukaan DPRD DKI Jakarta atas proses pemilihan calon wakil gubernur DKI amat minim. Dalam hal ini DPRD DKI seakan tidak membuka ruang pendapat warga.

Menurut Direktur LKSP Astriana B. Sinaga, partai pengusung pasangan gubernur/wakil gubernur pada Pilkada DKI 2017 yakni Partai Gerindra dan PKS tampak kesulitan mencapai kesepakatan. Terlihat ada yang pihak tidak rela memberikan posisi wagub DKI kepada PKS.

Selain itu, meski akhirnya kedua partai mengusulkan dua nama calon wagub yakni Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Gerindra, dinamika politik di DPRD juga tidak mudah ditebak. 

Dengan ini, LKSP melakukan survei persepsi publik DKI periode 9-16 Februari 2020. Untuk mengetahui pandangan warga tentang pemilihan wagub dan siapa kandidat yang layak dipilih oleh DPRD.

Dari hasil survei diketahui bahwa pengetahuan warga tentang pemilihan wagub DKI ternyata sangat terbatas. 

"Masih ada 39 persen responden yang tidak tahu bahwa proses pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno sedang berlangsung dan sekarang dilakukan oleh DPRD DKI Jakarta," kata Astriana dalam jumpa pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (21/2).

Sementara sisanya 61 persen responden menyatakan tahu dengan proses pemilihan wagub, namun 18,2 di antaranya menyatakan tidak tahu siapa saja kandidat yang diusulkan.

Hasil lain secara top of mind atau pertanyaan terbuka, nama kandidat Nurmansjah Lubis memperoleh angka 55,4 persen lebih dikenal publik sedangkan Ahmad Riza Patria hanya 16,5 persen.

"Alasan responden untuk memilih kandidat wagub DKI Jakarta terutama karena faktor integritas 41 persen dan kemampuan memimpin 38 persen. Selain itu faktor kecocokan chemistry dengan gubernur DKI Jakarta 14 persen dan kedekatan dengan warga tujuh persen tak kalah penting. Nurmansjah Lubis unggul di semua faktor itu," papar Astriana 

Survei yang melibatkan 400 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen pada tingkat kesalahan 4,9 persen. Survei menggunakan metode modified probability sampling yakni kombinasi antara probability dan non probability sampling. Tahap pertama berdasarkan pada probability sampling dan tahap terakhir menggunakan non probability sampling.

Survei dilakukan dari berbagai karateristik responden yakni usia 17-34 tahun sebanyak 46 persen, usia 35-55 tahun sebanyak 47 persen dan usia 55 tahun ke atas sebanyak 7 persen. Jenis kelamin responden juga diupayakan berimbang yakni lelaki 47 persen dan perempuan 53 persen.

Selain itu, tempat tinggal responden tersebar di seluruh penjuru ibu kota dengan proporsi terbesar Jakarta Timur 26 persen, Jakarta Barat 23 persen, Jakarta Selatan 21 persen, Jakarta Utara 17 persen, Jakarta Pusat 10 persen dan Kepulauan Seribu 3 persen.

Kondisi ekonomi responden dapat dilihat dari besarnya pengeluaran yakni warga yang berpengeluaran Rp 3 juta sampai dengan Rp 7 juta sebanyak 61 persen. Sementara warga yang berpengeluaran kurang dari Rp 3 juta sebanyak 23 persen dan berpengeluaran di atas Rp 7 juta sebanyak 21 persen. 

Komentar