Senin, 08 Juni 2026 | 22:39
LIFESTYLE

Orang Religius Hidupnya Lebih Lama

Orang Religius Hidupnya Lebih Lama
Ilustrasi (Rehab Center/Hellosehat)

ASKARA - Menjalani hidup sehat bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang religius memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama alias panjang umur. Artinya orang-orang beragama ini memiliki tubuh lebih sehat daripada yang jauh dari agama apalagi tidak beragama. 

Selama ini sudah banyak penelitian yang mempelajari hubungan antara agama, status pernikahan, dan gender dengan kualitas hidup seseorang. Gender dan status pernikahan diketahui memengaruhi harapan hidup seseorang. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita hidup sekitar 4,8 tahun lebih lama daripada pria. Pengaruh agama pada kesehatan fisik seseorang juga menunjukkan hasil yang hampir serupa.

Studi yang diterbitkan Jurnal Social Psychological and Personality Science meneliti berita kematian lebih dari 1.000 orang di Amerika Serikat. Data penelitian mengindikasikan bahwa orang yang hidup beragama rata-rata memiliki kesempatan hidup 3,8 tahun lebih lama daripada yang tidak beragama.

Banyak peneliti mencari faktor penyebab seorang religius memiliki kesempatan panjang umur. Akhirnya peneliti sepakat bahwa agama mengarahkan seseorang untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik.

Banyak agama yang mengatur atau melarang konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. Menggunakan obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol berlebih tentu akan merusak. Terlalu banyak minum alkohol bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit seperti penyakit hati, komplikasi diabetes, disfungsi seksual, jantung, dan kanker.

Sebagian besar agama juga mengatur kehidupan seks seseorang. Seks yang tidak bertanggung jawab bisa menimbulkan dan menyebarkan berbagai macam penyakit seperti HIV/ AIDS, gonore, klamidia, juga herpes. Tanpa perawatan, semua penyakit yang disebabkan akibat seks bebas, kecanduan alkohol, dan penyalahgunaan narkoba bisa bertambah parah, menyebabkan komplikasi hingga berakhir dengan kematian lebih cepat.

Gaya hidup religius juga diyakini dapat mengurangi stres. Walaupun gejalanya tidak terlihat kasat mata dan susah terdeteksi, stres berat bisa merusak kualitas hidup seseorang. Juga membuat susah tidur, kesulitan mengatur emosi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Orang yang beragama biasanya sering mengikuti acara keagamaan seperti berdoa bersama serta menerapkan rasa syukur dalam hidupnya. Bersyukur adalah salah satu emosi positif yang memengaruhi kesehatan tubuh. Meningkatnya kesehatan orang-orang religius ditandai dengan berkurangnya tingkat stres, depresi, dan kecemasan, serta angka tekanan darah yang lebih seimbang.

Terdapat faktor lain yang menunjang kesehatan tubuh seseorang. Apalagi faktor yang menunjang hidup agar senantiasa sehat, tentu dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan olah raga rutin.

Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, membatasi konsumsi makanan cepat saji, berminyak, berlemak, mengandung gula tinggi dan berpengawet juga perlu diterapkan. Seimbangkan dengan aktivitas fisik dan kecukupan istirahat.

Selain itu, selalu menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal, berhenti merokok serta membangun relasi yang baik dengan setiap orang merupakan kunci untuk selalu sehat dan panjang umur. (dbs/why)

Komentar