Selasa, 16 Juni 2026 | 01:00
NEWS

IDI Dorong Pencarian Kasus Corona Sampai ke Tengah Masyarakat

IDI Dorong Pencarian Kasus Corona Sampai ke Tengah Masyarakat
Ketum IDI Daeng M. Faqih berbicara dalam diskusi membahas virus corona (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Meski pemasangan thermal scanner sudah tersedia di sejumlah bandara untuk mengantisipasi wabah virus corona, namun harus dibarengi dengan pengecekan kondisi kesehatan masyarakat dan keberadaan fasilitas kesehatan. 

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan pendeteksian thermal scanner di bandara hanya mengecek suhu tubuh sebagai antisipasi virus corona. Sementara penularan bisa terjadi setelah melewati pengecekan itu lantaran masa inkubasi selama 14 hari. 

"Bisa jadi dia ke masyarakat baru muncul penyakit karena masa inkubasinya dua minggu," ujarnya dalam diskusi "Wabah Virus Corona. Apa dan Bagaimana" di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (20/2).

Karena sudah menjadi gangguan kesehatan, IDI menyampaikan ke pemerintah untuk selain melakukan penjagaan di pintu masuk juga melakukan pencarian kasus corona di tengah masyarakat. 

"Pelacakan kasus memang tidak bisa karena kasusnya belum ada. Kalau pelacakan kasus itu maksudnya ada satu terindikasi kemudian yang dekat dengan dia dilacak yang kontak dekat dilacak sampai ujungnya," terang Daeng. 

Sebenarnya pemerintah mampu karena ada puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Sehingga bisa melakukan aktif deteksi dini seperti halnya penanganan virus flu burung.

"Mestinya puskesmas itu aktif deteksi secara dini. Karena untuk menutup kemungkinan yang melewati thermal detetctor itu tidak terdeteksi tapi setelah di kampungnya menimbulkan gejala," jelas Daeng. 

Terlebih, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit untuk penanganan awal atas kecurigaan terhadap virus corona. 

"Jadi sifatnya seperti karantina, di situ ada observasi. Kalau dalam langkah observasi timbul gejala dipindah ke ruang isolasi untuk ditangani," demikian Daeng. 

Komentar