Senin, 08 Juni 2026 | 06:43
LIFESTYLE

Khasiat Daun Singawalang untuk Kesehatan

Khasiat Daun Singawalang untuk Kesehatan
Ilustrasi daun singawalang (Hellosehat)

ASKARA - Sebagai tanaman herbal yang berasal dari hutan Amazon, anamu atau daung singawalang dipercaya memiliki manfaat baik untuk kesehatan. 

Bahkan, di benua Amerika, tanaman dengan nama latin Petiveria alliacea ini disebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh. 

Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa anamu atau singawalang mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Mulai dari antioksidan, anti bakteri hingga anti inflamasi terdapat dalam tumbuhan tersebut. 

Tanaman singawalang juga bisa diolah menjadi beberapa bentuk seperti teh, kapsul, dan ekstrak. 

Berikut manfaat tanaman singawalang alias anamu yang sering dipakai dalam dunia pengobatan tradisional;

1. Singalawang membantu mengurangi bahaya radikal bebas
Salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman singawalang adalah membantu mengurangi bahaya radikal bebas. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa antioksidan dalam anamu cukup tinggi. 

Menurut sebuah penelitian dari Journal of Ethnopharmacology, tanaman singawalang memiliki senyawa myricitrin. Myricitrin adalah glikosida flavonoid yang mempunyai sifat antioksidan, analgesik, dan anti peradangan.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa senyawa antioksidan berperan penting dalam menetralisir senyawa berbahaya yang dihasilkan dari radikal bebas. 

Jika bahaya radikal bebas dibiarkan, tentu dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mulai dari kerusakan sel pada tubuh yang sehat, menjadi sumber penyebab masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, hingga alzheimer. 

2. Membantu mengurangi rasa sakit
Selain mengurangi bahaya radikal bebas, manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari tanaman singawalang adalah membantu mengurangi rasa sakit. 

Singawalang memiliki manfaat anti peradangan sebagaimana disebutkan dalam penelitian terdahulu. Sifat anti peradangan tersebut cukup berkhasiat untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan. 

Pernyataan tersebut juga dibuktikan melalui sebuah penelitian Chinese Journal of Integrative Medicine. Penelitian ini melibatkan tikus yang memiliki asma dan diberikan tanaman singawalang untuk meneliti khasiatnya. 

Hasilnya, ekstrak anamu membantu menghambat peradangan saluran napas, mengatur sitokin, kemokin, dan meningkatkan fungsi paru pada tikus tersebut. 

Walaupun demikian masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat singawalang yang satu ini. 

3. Membantu meningkatkan fungsi otak
Tidak hanya memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, anamu ternyata juga bisa digunakan untuk meningkatkan fungsi otak. 

Pada 2015, terdapat sebuah penelitian yang dilansir Journal of Ethnopharmacology yang meneliti manfaat ekstrak daun singawalang pada tikus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak singawalang yang diberikan pada tikus membantu meningkatkan memori jangka panjang. Bahkan, risiko terhadap penyakit alzheimer pun turut berkurang. 

Walaupun hasilnya terlihat menjanjikan pada hewan, lagi-lagi masih diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama menggunakan manusia sebagai percobaan. 

Akan tetapi, tidak ada salahnya mengonsumsi ekstrak daun singawalang utnuk mendapatkan khasiat lainnya yang berguna untuk tubuh. 

4. Berpotensi memiliki senyawa antikanker
Tahun 2008 terdapat sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa singawalang berpotensi memiliki senyawa anti kanker. 

Pernyataan tersebut didukung dengan fakta bahwa ekstrak singawalang membantu mengaktifkan apoptosis, yaitu kematian sel yang sudah terprogram, dalam sel kanker tertentu. 

Kondisi ini bisa terjadi secara alami ketika sel yang lebih tua mati dan digantikan oleh sel yang lebih baru. 

Jika sel kanker menyerang tubuh, pergantian sel tersebut akan terganggu dan bisa membuat sel kanker bertahan serta berlipat ganda tanpa diperiksa. 

Menurut sebuah penelitian dari Pharmacognosy Reviews, manfaat singawalang bisa digunakan untuk meningkatkan apoptosis. Hasilnya cukup baik pada kanker payudara, kanker usus besar, leukimia, dan melanoma. 

Meskipun terlihat menjanjikan, bukan berarti hal tersebut membuat tanaman anamu benar-benar mengandung senyawa antikanker yang bisa bermanfaat bagi manusia. Hal ini dikarenakan terdapat faktor lainnya yang membuat apoptosis terjadi. 

Selain itu, ada kemungkinan hasil penelitian yang diujicobakan pada manusia dan hewan akan berbeda. 

Dosis aman konsumsi singalawang
Sama seperti obat-obatan pada umumnya, obat tradisional seperti singalawang pun memiliki batasan tertentu agar tidak kelebihan dosis.

Sampai saat ini masih belum ada penelitian yang benar-benar memberikan rekomendasi dosis. Sementara, sebagian besar label aturan pakai suplemen singalawan memberikan batas dosis antara 400-1.250 miligram per hari meskipun belum diketahui apakah dosis tersebut efektif atau tidak.

Hal ini dikarenakan keterbatasan uji coba anamu terhadap manusia membuat para ahli masih belum yakin apa yang akan terjadi ketika dosisnya melebihi aturan pakai.

Sejauh ini beberapa penelitian terhadap hewan memperlihatkan bahwa pemakaian anamu dalam jangka pendek memiliki risiko racun yang cukup rendah. Namun, ketika digunakan dalam waktu yang lama ternyata bisa menimbulkan efek samping tertentu seperti rasa mengantuk, gelisah dan bingung, tubuh bergemetaran, dan kejang.

Singawalang memang menawarkan segudang manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun juga perlu ingat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan singawalang secara rutin.

Komentar