Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:08
TRAVELLING

Kenapa Bika Ambon Berasal dari Medan

Kenapa Bika Ambon Berasal dari Medan
Ilustrasi bika ambon (Cookpad)

ASKARA - Bika ambon adalah kue pipih berwarna kuning yang permukaannya nampak seperti pori-pori kulit manusia dan bagian bawahnya keras, sisa dari tempaan panas di dasar loyang. 

Bika ambon biasa tersaji dalam potongan persegi. Saat dimakan, cita rasa legit tercampur dengan sensasi kenyal di lidah. Aroma harum pandan menyengat.

Saat mendengar nama kue bika ambon mungkin pertanyaan yang seting terlintas di benak adalah mengapa nama dan asal makanan tersebut berbeda kontras. Meski menyandang nama Ambon, kue ini tidak berasal dari Ambon tetapi justru berasal dari Medan, Sumatera Utara. Bika ambon dikenal sebagai panganan Nusantara khas Medan.

Sejarah nama bika ambon
Nama bika sendiri terilhami dari kue khas Melayu yaitu bika atau bingka yang kemudian dimodifikasi dengan menambahkan pengembang dari bahan nira atau tuak enau agar dan menjadi berbeda dari kue bika atau bingka. Bika ambon nampaknya mulai beradaptasi mengikuti laju zamannya. Kini, bika ambon tidak lagi hanya berwarna kuning namun berbagai varian warna sudah dapat ditemukan sesuai rasanya. Kini bika dibuat dalam rasa pandan, namun ada juga yang mengembangkannya dalam varian rasa lain seperti durian, keju, dan cokelat.

Kawasan yang banyak menjual bika ambon adalah Jalan Majapahit. Kawasan ini sejak 1980-an menjadi pusat penjualan bika ambon di Kota Medan. Pada 1970-an, bika ambon selalu dihidangkan sebagai kudapan dalam menikmati es krim.

Nama bika ambon memang unik. Meski ada kata ambon pada namanya namun bukan berarti kue bika ambon berasal dari ibu kota Provinsi Maluku itu. Kehadiran bika ambon yang berbeda nama dan lokasi asal menuai banyak pertanyaan. Bika ambon yang memang nikmat kemudian menjadi sangat populer di Medan dan menjadi fenomenal hingga banyak cerita tentang asal muasalnya pertama kali.

Dalam Buku Bunga Angin Portugis di Nusantara, Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara karya Paramita R. Abdurrahman disebutkan bahwa salah satu peninggalan Portugis di Maluku adalah tradisi kuliner. Di antara berbagai jenis kuliner yang diperkenalkan kepada penduduk setempat adalah bika. Namun tak ada yang bisa menjelaskan bagaimana kue tersebut dibawa atau diperkenalkan oleh orang Ambon ke Medan atau bagaimana bisa bernama bika ambon.

Cerita tentang asal mula bika ambon
Cerita yang pertama mengatakan bika ambon mendapatkan namanya karena tempat pertama kali dijual dan populer adalah di simpang Jalan Ambon, Sei Kera, Medan. Kemudian ada yang mengatakan nama bika ambon berasal dari seorang warga Ambon yang merantau ke Malaysia dengan membawa kue bika. Setelah tahu rasanya enak, orang tersebut tidak kembali lagi ke Ambon tetapi singgah di Medan. Sehingga sejak empat puluh tahun lalu jadi sangat terkenal di Medan.

Cerita yang lain mengatakan bahwa dahulu ada sebuah daerah bernama Amplas yang kemudian dibagi menjadi dua wilayah, barat dan timur sungai. Sebelah barat sungai sering disebut dengan pabrik karena terdapat pabrik pengolahan latex dan sebelah timur sering disebut kebon karena terdapat barak atau perumahan buruh dan kebun tembakau serta kakao. Bika ambon diceritakan diperkenalkan oleh seorang buruh transmigran dari Jawa yang membuat kue bika ambon dan memasarkannya di Medan. Pada waktu itu, jarak dari Amplas ke Medan ditempuh dalam waktu setidaknya satu sampai dua jam dan tempat pemasarannya adalah Kesawan, Perniagaan, Kereta Api, dan sekitarnya. Hasilnya, orang-orang Belanda sangat menyukai rasa kue tersebut. Hal ini kemudian membuat seorang pedagang keturunan Tionghoa berinisiatif membantu memasarkan dan bekerja sama dalam pemasaran bika ambon yang dibuat oleh buruh tersebut. Akhirnya kehadiran bika ambon tersebut sangat laris dan membuat warga transmigran lainnya ikut mengadu untung di bisnis tersebut. Dan nama bika ambon sendiri berasal dari bika amplas kebon yang diakronimkan menjadi bika ambon.

Cerita selanjutnya dikatakan bahwa semasa zaman Belanda ketika masih ada di Tanah Deli, seorang Tionghoa melakukan eksperimen membuat kue. Dia melakukannya di rumah yang tidak jauh dari Kawasan Jalan Majapahit, Medan. Setelah matang, kue tersebut lalu dicoba pada pembantunya seorang pria asal Ambon. Pria tersebut sangat menyukai kue hingga memakannya dengan lahap.

Cerita lainnya menganalisa sejarah penamaan bika ambon berdasarkan bahasa. Menurutnya, ambon bukanlah istilah yang menyatakan nama jalan tempat bika ambon ini populer, asal orang yang membawa bika ambon ini atau akronim nama daerah asal bika ambon tetapi istilah tersebut dalam bahasa Medan berarti lembut.

Hingga kini memang belum ada yang berhasil memastikan sejarah bika ambon. Artinya masih ada jejak sosiokultur yang belum tersibak pada sepotong kue bika ambon ini. Dan ini menarik untuk ditelusuri.

Saat ini, selain untuk oleh-oleh khas Medan, bika ambon juga seringkali dijadikan untuk sajian Lebaran. Bika ambon memang sangat pas jika disajikan sebagai suguhan bagi para tamu. Meski untuk membuatnya dibutuhkan waktu yang panjang hingga selama satu malam atau 12 jam, namun rasanya akan terbayarkan oleh kelegitan dan kenikmatan bika ambon. Selain proses mendiamkan adonan yang cukup lama juga perlu diperhatikan dalam pembuatan resep bika ambon adalah saat pemanggangannya.

Beberapa toko yang jual bika ambon di Medan seperti Bika Ambon Zulaikha dan beberapa tempat banyak yang menjual dengan harga relatif murah. Dengan adanya sajian Bika Ambon Kukus ini sebagai santapan kuliner yang sangat dicari-cari. (Pariwisata.pemkomedan)

Komentar