Sabtu, 20 Juli 2024 | 03:56
NEWS

Parah, Draf RUU Cipta Kerja Diakui Salah Ketik

Parah, Draf RUU Cipta Kerja Diakui Salah Ketik
Ilustrasi omnibus law (suara.com)

ASKARA - Draf RUU Cipta Kerja yang telah diserahkan pemerintah ke DPR ternyata ada yang salah ketik.

Kesalahan pengetikan itu terjadi pada Pasal 170 yang mengatur beleid bahwa Peraturan Pemerintah (PP) bisa menghapus ketentuan di Undang-Undang (UU).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, draf omnibus law cipta kerja itu sebenarnya masih akan dibahas dalam rapat pimpinan DPR, sebelum dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk menentukan apakah pembahasannya dilakukan di komisi, baleg atau pansus.

"Nanti baru akan diteliti di situ. Kemudian sudah terjadi kesalahan yang telah diakui salah pengetikan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2).

Oleh karena itu, politikus Gerindra ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengamati draf RUU tersebut dalam pembahasan di DPR.

"Sehingga hal-hal yang menimbulkan kontroversi dan ada pelanggaran, tidak terjadi lagi," katanya. (jpnn/lov)

Komentar