Kenali Penyakit Tropis dan Cara Mencegahnya
ASKARA - Penyakit tropis adalah penyakit infeksi yang banyak terjadi di wilayah beriklim tropis, termasuk Indonesia.
Penyakit tropis bisa disebabkan oleh berbagai jenis infeksi mulai dari virus, bakteri, jamur hingga parasit. Penyebaran atau penularannya bisa terjadi secara langsung dari orang ke orang atau melalui hewan pembawa penyakit seperti nyamuk dan serangga.
Tingginya kasus penyakit infeksi di daerah tropis disebabkan oleh faktor iklim, seperti suhu hangat dan kelembapan serta curah hujan yang tinggi. Selain itu, faktor lingkungan seperti kebersihan dan sanitasi kurang baik juga turut menjadi penyebab mengapa penyakit tropis masih banyak terjadi di beberapa negara.
Berikut beberapa jenis penyakit tropis yang terdapat di Indonesia;
1. Demam berdarah
Disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit ini biasanya muncul 4-6 hari setelah tergigit nyamuk. Gejala penyakit demam berdarah antara lain demam tinggi, sakit kepala, mual dan muntah, nyeri otot dan tulang, nafsu makan berkurang, nyeri di bagian belakang mata, perdarahan, dan ruam kemerahan (muncul sekitar 2-5 hari setelah demam).
Untuk mencegah penularan demam berdarah disarankan untuk menggunakan kelambu dan memasang kasa nyamuk di jendela dan pintu rumah. Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan 3M Plus sebagai langkah pencegahan yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
2. Kaki Gajah
Kaki gajah atau filariasis disebabkan oleh cacing parasit jenis filaria yang juga ditularkan melalui gigitan nyamuk. Ketika masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk, cacing tersebut akan menyumbat aliran getah bening.
Sebagian penderita tidak mengalami gejala, namun sebagian lain dapat mengalami gejala berupa demam, pembengkakan di tungkai, dan luka di kulit. Selain di tungkai, pembengkakan juga bisa terjadi di lengan, payudara, bahkan organ kelamin.
Pencegahan kaki gajah hampir serupa dengan penyakit demam berdarah. Hanya saja, pencegahan penyakit ini juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat kaki gajah secara teratur.
3. Malaria
Merupakan salah satu penyakit tropis yang termasuk endemik di Indonesia. Malaria disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Gejala malaria akan muncul 10-15 hari setelah tergigit oleh nyamuk. Saat terkena malaria, seseorang dapat merasakan gejala demam, sakit kepala, menggigil, banyak berkeringat, nyeri pada tulang dan otot, mual muntah, dan lemas. Jika tidak diobati, malaria bisa menjadi malaria berat yang menyerang otak.
Pencegahan penyakit malaria umumnya sama dengan demam berdarah yaitu menjauhi gigitan nyamuk dan mencegah bersarangnya nyamuk di dalam rumah dan sekitarnya. Juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat anti malaria profilaksis yaitu doksisiklin sesuai resep dokter.
4. Skistosomiasis
Salah satu jenis penyakit tropis yang disebabkan cacing parasit skistosoma. Jenis parasit ini banyak ditemukan di kolam, danau, sungai, waduk atau kanal di daerah tropis atau subtropis.
Penyakit cacingan lainnya seperti cacing kremi, cacing tambang, cacing pita, dan cacing gelang juga banyak ditemukan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia.
Gejala skistosomiasis biasanya akan muncul dalam waktu beberapa pekan setelah terinfeksi cacing skistosoma, antara lain pusing, demam, menggigil, muncul ruam merah dan rasa gatal di kulit, batuk, gangguan pencernaan seperti diare dan nyeri perut, serta nyeri otot dan sendi.
Jika semakin parah, skistosomiasis bisa menyebabkan gejala yang lebih berat, seperti urine atau tinja yang disertai darah, pembengkakan pada perut, ginjal, atau limpa, dan bahkan kelumpuhan.
Untuk mencegahnya disarankan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar serta menyaring dan memasak air hingga benar-benar matang sebelum diminum.
5. Infeksi jamur
Jamur penyebab infeksi mudah tumbuh di daerah tropis yang bersuhu hangat dan lembap. Kondisi lingkungan yang seperti ini membuat orang yang tinggal di daerah tropis berisiko lebih tinggi terkena infeksi jamur.
Beberapa jenis infeksi jamur yang sering ditemukan di negara tropis seperti Indonesia antara lain jamur kuku, kurap, panu, dan kandidiasis. Berbagai jenis infeksi jamur pada kulit disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, kebersihan tubuh yang kurang terjaga, hingga daya tahan tubuh yang lemah.
Infeksi jamur dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain menjaga kebersihan tubuh dengan mandi teratur, segera mengeringkan tubuh dan mengganti pakaian setiap kali berkeringat, hindari penggunaan peralatan pribadi bergantian dengan orang lain, menggunakan pakaian yang bersih dan mudah menyerap keringat, kenakan alas kaki di tempat umum atau setiap beraktivitas, serta rutin memotong kuku.
6. Tuberkulosis
Disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit yang sering kali menyerang paru-paru ini bisa menular melalui percikan air liur saat penderita TB batuk atau bersin. TB juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, otak, tulang, ginjal, saluran pencernaan, dan kulit.
Penderita TB bisa mengalami gejala berupa penurunan berat badan, keringat dingin, lemas, batuk berdarah, serta batuk yang tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga minggu.
TB perlu diobati dengan obat anti tuberkulosis selama minimal enam bulan tanpa putus. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan TB kepada orang lain serta mencegah terjadinya TB MDR atau TB yang kebal obat.
7. Kusta
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae. Penyakit ini menyerang dan merusak sistem saraf, kulit, mata, dan lapisan mukosa hidung. Bila tidak segera ditangani, kusta bisa menyebabkan kerusakan saraf parah hingga menyebabkan kecacatan pada penderitanya.
Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita kusta seperti kesemutan atau mati rasa, muncul bercak kemerahan atau keputihan di kulit, rontok pada alis dan bulu mata, luka atau borok yang tidak terasa nyeri, kerontokan rambut di bagian tubuh tertentu, nyeri dan pembengkakan di sendi.
Penyakit kusta lebih berisiko dialami oleh orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah serta tinggal di daerah endemik kusta, termasuk Indonesia, India, dan Tiongkok.
Selain itu ada beberapa penyakit tropis lain yang juga perlu diwaspadai seperti trakoma, rabies, chikungunya, kolera, leptospirosis, dan frambusia.
Risiko terkena penyakit tropis bisa berkurang jika rutin menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. Dengan cara sering mencuci atau membersihkan tangan, menggunakan masker saat bepergian, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Komentar