Selasa, 09 Juni 2026 | 20:28
TRAVELLING

Optimalisasi Pariwisata Bali Secara Digital

Optimalisasi Pariwisata Bali Secara Digital
Ilustrasi pariwisata Bali (Buletindewata)

ASKARA - Dinas Pariwisata Provinsi Bali mengurangi cara-cara promosi konvensional dengan mendatangi langsung negara yang dituju. 

Namun kini lebih mengoptimalkan promosi pariwisata secara digital dengan membuat konten promosi baik berupa foto maupun video yang diunggah secara online.

Kepala Dispar Bali I Putu Astawa menjelaskan, pihaknya juga bekerja sama dengan pelaku industri pariwisata untuk mengadakan kunjungan ke Bali. Tur operator dari luar negeri diundang agar bisa memahami kondisi kepariwisataan di Bali dengan harapan bisa menceritakan kembali di negaranya.

Selain tur operator, media asing juga diundang untuk famtrip ke Bali. Teranyar, chef-chef dari India didatangkan ke Bali karena kunjungan wisatawan dari negara itu menunjukkan tren meningkat.

Dibandingkan upaya konvensional, promosi secara digital maupun famtrip dinilai lebih efektif dan tentu lebih hemat biaya.

"Cuma tidak perlu harus semua negara. Kita pilih-pilih mana negara yang berkembang pasarnya atau yang mengalami penurunan," kata Astawa.

Promosi utamanya menyasar negara-negara yang selama ini menjadi tradisional market Bali seperti Australia. Kemudian, negara-negara yang mengalami penurunan seperti Jepang. Lalu negara yang pasarnya tengah berkembang seperti Tiongkok dan Eropa. 

Dispar Bali secara khusus mengatensi Eropa karena kunjungan wisatawan dari benua itu cukup tinggi. Selain length of stay mereka lebih lama dan spend of money atau pengeluarannya juga besar.

Tahun ini untuk promosi dianggarkan Rp 2,5 miliar. Dari alokasi tersebut, anggaran untuk promosi ke luar negeri termasuk secara digital mencapai Rp 1,2 miliar. Sisanya dipakai untuk melaksanakan festival-festival, antara lain Kintamani Chinese Festival pada 8 Februari 2020 dan Festival Makepung pada Agustus 2020. (Disparda.baliprov/why)

Komentar