Ketika Gerakan Feed Not Bomb Selamatkan Hewan Jalanan
ASKARA - Kepedulian tidak hanya dilakukan kepada antarsesama manusia, namun juga terhadap hewan. Sebab hewan juga merupakan makhlukyang hidup dan tinggal di Bumi bersama dengan manusia, namun sayangnya tidaksemua manusia peduli dengan hewan. Khususnya terhadap hewan terlantar dan juga liar.
Beruntungnya di Indonesia kehadiran salah satu gerakan yang membuat para hewan sedikit bernafas lega, merasa diperhatikan dan dipedulikan.
Gerakan tersebut bernama Feed Not Bomb, lalu seperti apa perjalanan gerakan ini?, Citra Referendum yang merupakan bagian dari gerakan ini, menceritakan awal mulanya terbentuk gerakan yang didirikan pada awal Januari 2020.
Berbincang dengan Askara, inisiatif gerakan ini dimulai karena rasa prihatinnya terhadap hewan-hewan kucing dan anjing yang terlantar di jalanan, mereka yang terlantar ada yang dalam kondisi yang lemah dan kurus, bahkan tak berdaya pasca banjir awal tahun.
"Waktu Januari tanggal dua kan kena banjir ya, nah di situlah disepakati untuk ini berkelanjutan jadi tidakhanya merespon pasca banjir untuk menolong hewan yang terdampak banjir yang mati dan kelaparan. Nah kita sepakati di Jakarta," jelasnya.
Berkat canggihnya kecepatan informasi melalui media sosial, khususnya Instagram, gerakan ini pun seketika menjadi inspirasi di 20 daerah lainnya seperti Bandung, Bogor, Cirebon, Yogyakarta, Jambi, Makassar, Semarang, Pontianak dan lainnya. Mereka masing-masing telah mengelompokkan diri yang kini diperkirakan telah diikuti ribuan orang.
"Sampai hari ini Feed Not Bomb ada di 20 titik wilayah yang saling terkoordinasi," kata Citra.
Feet Not Bomb sendiri telah menggelar kegiatan besar seperti pada 9 Februari lalu. Mereka melakukan tebar pakan serentak di seluruh Feed Not Bomb di 16 titik wilayah yang diikuti sekitar 100 orang.
Mereka melakukan tebar pakan di lokasi-lokasi yang mayoritas terdapat hewan-hewan terlantar seperti di perumahan, pasar, taman dan lainnya. Adapun, mereka juga kerap kali temukan hewan terlantar di perumahan mewah.
Citra mengatakan, terbentuknya gerakan ini juga sangat bersinggungan terkait kesejahteraan hewan,yang dinilai mereka masing kurang diperhatikan. Padahal, kesejahteraan hewan secara peraturan menurut Undang-Undang Peternakan dan Kesejahtaeraan Hewan, pemerintah dan juga masyarakat memiliki tanggung jawabuntuk memenuhi kesejahteraan hewan itu.
"Jadi nilainya kesejahteraan hewan, karena Feed Not Bomb tumbuh di wilayah perkotaan di Jakarta, Semarang,Jambi, bahkan sampai Gowa, Makassar. Aksi ini untuk mempengaruhi orang lain yang kita temui di jalanan supaya juga turut bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hewan," paparnya.
Pengikut Feed Not Bomb dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai swasta, hingga seniman dan lainnya ini memiliki kebiasaaan khusus setiap hari, di manamereka membawa pakan hewan baik untuk kucing maupun anjing terlantar yang dibawa ke manapun baik saat bekerja, main dan lainnya. Mereka hampir menyempatkan waktunya untuk berbagi kepada hewan-hewan tersebut.
"Semua orang yang didalam yang menamai dirinya sebagai Feed Not Bomb ini ke manapun mereka selalu membawa makanan kucing. Jadi kalau misal ada di stasiun, di pinggir jalan itu bertebaran makanan kucing itu pasti mereka yang melakukan street feeding," jelas Citra.
Saat melakukan street feeding bersama para pengikut mengumpulkan uang bersama terdahulu baru membelikan pakan. Adapun mereka yang membawa masing-masing pakan.
"Kita engga mengkoordinasidana gitu sih tapi lebih ke per wilayah itu mereka kemudian urunan, adapun yang bawa sendiri. Seperti di Jakarta sendiri kemarin kita engga ada yang urunan juga karena pada bawa masing-masing. Adapun juga sampai ada yang bawa 20 kilogram pakan karena dia punya uang lebih, nah itu bagi-bagi," demikian Citra.

Komentar