Rabu, 17 Juni 2026 | 16:40
NEWS

Anggaran Formula E Sentuh Angka Rp 777 Miliar

Anggaran Formula E Sentuh Angka Rp 777 Miliar
Konferensi pers ajang Formula E (Dhika Alam Noor/Askara)

ASKARA - DKI Jakarta telah ditunjuk menjadi tuan rumah dalam ajang balap Formula E yang menggunakan kawasan Jalan Medan Mereka, Monumen Nasional (Monas) sebagai sirkuit. Rencananya, kompetisi itu akan digelar 6 Juni 2020 mendatang.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Ketua Panitia Pelaksana E-Prix Jakarta, Dwi Wahyu Daryoto menyampaikan, anggaran dalam pelaksanaan ini ditaksir mencapai Rp 777 miliar. Pihaknya juga telah mengajukan anggaran dalam penyertaan modal daerah (PMD) ke DPRD Jakarta. 

"Jadi sebetulnya PMD dari Jakpro sendiri yang dipresentasikan ke Komisi B dan C kemarin totalnya Rp 777 miliar. Terbagi dari dua, pertama infrastrukturnya Rp 334 miliar. kemudian bank garansi sebesar komitmen fee Rp 423 miliar," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Dikatakan, bank garansi itu tidak akan hilang. Jika kompetisi balapan tersebut selesai maka uang akan kembali. Meski sempat ada anggapan sejumlah pihak bahwa penyelengaraan ini menelan biaya cukup besar. 

"Ini mungkin yang perlu diklarifikasi beredar biaya mahal tapi tidak. Itu termasuk biaya bank garansi. Kalau satu bisnis ke bisnis dalam proyek kontruksi aja kita harus menaruh jaminan bank," jelasnya. 

Dalam hal ini, pihaknya tidak hanya mendapatkan hak menjadi hosting. Tapi dana komitmen fee yang disetorkan kepada kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) Formula E melakukan kontruksi. 

"Seperti paddock, grand stand kemudian infrastruktur IT termasuk membrodcast ke 140 negara. jadi ini contoh-contohnya ada pembagian-pembagian," terangnya. 

Penyertaan modal daerah yang diajukan ke DPRD Komisi B dan C hanya mencakup infrastruktur, overlay pengaspalan yang diklaim bisa digunakan hingga 5 tahun. 

Sebelumnya penyertaan modal daerah (PMD) untuk PT Jakarta Propertindo Rp 305 miliar (pre-feasibility study dan research & development Rp 5 miliar, civil works dan perbaikan jalan raya Rp 112 miliar, dinding dan pagar Rp 48 miliar. 

Pembuatan trek dan jalur balap Rp 67,2 miliar, keamanan, pembersihan, pengelolaan sampah, toilet, manajemen lalin, dan parkir Rp 10 miliar. 

Honor tim pelaksana lokal terdiri dari 50 orang dengan budget 10 juta per 12 bulan Rp 6 miliar. Biaya tak terduga dan nonfinancial Rp 25 miliar, serta safety and race material sebesar Rp 32 miliar.

Komentar