Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:22
NEWS

Corona Bikin Banyak Negara Takut Berwisata

Corona Bikin Banyak Negara Takut Berwisata
Peta penyebaran virus corona di Kota Wuhan, Tiongkok (Jobtube.cn)

ASKARA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merasakan dampak besar dari wabah virus corona. Dalam hal ini sumber daya manusia (SDM) perhotelan dan restoran harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan usahanya.

Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran mengatakan, virus corona yang menyebar dari Tiongkok telah berimbas pada 28 negara terdampak. 

Wisatawan mancanegara yang berkurang untuk berwisata di Indonesia tidak hanya dari Tiongkok melainkan juga negara-negara lain yang takut melakukan perjalanan wisata.

"Negara-negara lain juga berimbas karena yang paling besar wisman inbound kita kan pertama adalah Malaysia, kedua adalah China kemudian Singapura dan seterusnya," kata Maulana dalam Kongkow Bisnis bertema Ancaman Virus Corona Bagi Ekonomi Indonesia di Hotel Millenium, Tanah Abang, Rabu (12/2). 

Dengan kondisi virus corona yang terpantau terus meningkat penyebarannya, saat ini masih dalam tahap shocking period sehingga orang masih berhati-hati untuk melakukan perjalanan wisata. Hal ini pun tengah dilakukan antisipasi untuk mencegah kerugian usaha hotel maupun restoran.

"Hal-hal inilah yang harus kita antisipasi karena hal-hal ini berdampak pada industri pariwisata, khususnya hotel dan sebagainya. Hotel itu kalau okupansinya drop terlalu jauh akan berimbas pada operation mereka, baik itu terhadap karyawannya," papar Maulana. 

Terlebih, masing-masing hotel memiliki dinamika masalah baik dari sisi keuangan dan lainnya. Saat ini, dampak akibat virus corona sudah mulai terasa meskipun belum terlalu signifikan. 

"Sudah terasa sebetulnya karena kan masih awal dan kebetulan juga lagi low season. Jadi penurunan okupansi itu masih belum dirasakan terlalu berat tapi kita lihat bulan ke depan ya itu pasti akan terasa imbasnya," jelas Maulana. 

Saat ini, alternatif untuk mengantisipasi adalah dengan mendorong wisatawan lokal. Potensi dari wisatawan lokal adalah sebesar 275 juta orang per gerakan atau dalam sekali perjalanan. Tentu hal ini perlu didukung dari segi infrastruktur. 

"Nah dengan infrastruktur yang ada itu cukup baik kalau kita kembangkan di sana. Kemudian ada pembangunan juga, misal di tol Jawa sudah terjadi. Tinggal begitu sampai di Bali juga harus ada tolnya, termasuk Trans Sumatera," jelas Maulana.

Termasuk mendorong wisatawan lokal juga harus didukung dari segi transportasi udara bagi yang berada di pulau-pulau. Dengan ini, dia juga meminta agar pemerintah menggerakkan Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE).

"Seharusnya MICE ini menjadi fokus utama kita kalau kita ingin meningkatkan sektor pariwisata," ujar Maulana. 

Dalam arti, bagaimana agar kursi pesawat domestik dapat terisi. Hal ini dilakukan melalui skema penyediaan harga tiket spesial, termasuk juga untuk semua hotel.

"Karena cost traveling yang mendominasi adalah transportasinya dan hotelnya. Nah itu akan dipikirkan bersama," kata Maulana. 

Dampak dari virus corona jika melihat dalam periode triwulan pertama 2020 terimbas pada sejumlah daerah wisata seperti Bali, Manado, dan Batam. Bahkan di Bali total kerugian yang dialami mencapai Rp 82 miliar. 

Selain itu, hampir banyak negara juga telah membatalkan bookingan hotel. Padahal bulan ini menjadi periode reservasi yang di mana proses eksekusinya dalam dua atau tiga bulan mendatang.

Jika dipersentasikan, penurunan wisatawan mancanegara telah mencapai 20 hingga 30 persen.

"Pasar Asia paling besar, contohnya Singapura itu kan kita lihat bandara saja di Angkasa Pura terjadi penurunan. Ya itu yang terjadi karena masih ada situasi trauma orang masih takut untuk bepergian," demikian Maulana.

 

Komentar