Rabu, 17 Juni 2026 | 16:51
LIFESTYLE

Potret Jakarta dalam Koleksi Batik Betawi

Potret Jakarta dalam Koleksi Batik Betawi
Desainer Wignyo Rahadi bersama koleksi Batik Betawi (Dokumentasi pribadi)

ASKARA - Batik Betawi dikenal memiliki ciri khas tersendiri. 

Dari segi warna maupun motif, Batik Betawi menggambarkan kultur Betawi yang dipengaruhi budaya Arab, India, Belanda, dan Cina. Seperti warna cerah menjadi salah satu identitas Batik Betawi. 

Motif Batik Betawi juga cukup beragam mulai dari motif klasik seperti pucuk rebung, salakanagara, rasamala, nusa kelapa, bambu kuning, melati gambir, dan kembang sepatu. Kemudian dikembangkan dengan motif kontemporer yang terinspirasi dari ikon Jakarta seperti Ondel-ondel, Tugu Monas, Si Pitung, alat musik tanjidor, Bajaj, dan lainnya. 

Desainer Wignyo Rahadi mengangkat kreasi baru kain Batik Betawi dalam koleksi bertema Kleurrijk de Batavia. Dalam upaya turut menggaungkan Batik Betawi.

Koleksi dengan tema yang bermakna warna-warni Jakarta tersebut menggambarkan keragaman kultur Betawi dalam busana siap pakai, termasuk busana muslim. 

Koleksi tersebut menggunakan kain batik tulis motif kontemporer karya pengrajin Batik Betawi binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta dan Dekranasda DKI. Pertama, batik motif kombinasi ikon Jakarta dan kebudayaan Betawi seperti Ondel-ondel, kembang kelapa, ornamen gigi balang, baju sadariah, kebaya kerancang, kerak telor, dan bir pletok karya Batik Elemwe. 

Kedua, kain batik motif aneka fauna Kupu-kupu dipadu tumpal pucuk rebung yang dipercaya masyarakat Betawi sebagai penolak bala yang dibuat oleh Rumah Kebaya Milla House. Ketiga, kain motif kontemporer Ondel-ondel dan motif klasik daun sirih kreasi Batik Gobang Jakarta. Keempat, motif bebek menari karya Batik Marunda yang merupakan kelompok pengrajin batik dari tiga rumah susun yaitu Rusun Marunda, Rawabebek, dan Pesakih.

"Ragam Batik Betawi tersebut didominasi oleh warna klasik sogan yang berwarna dasar hitam dengan corak warna cerah seperti putih, merah, oranye, ungu, dan biru," jelas Wignyo kepada media, Selasa (11/2).  

Kain batik tersebut dituangkan oleh Wignyo dalam varian desain seperti blus, celana, dan dress. Dilengkapi pula dengan outer seperti bolero, cape, dan cardigan. 

Sentuhan berbeda ditampilkan Wignyo dengan memadukan Batik Betawi dengan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) corak full bintik dan salur bintik. 

Koleksi Kleurrijk de Batavia yang mengangkat ragam keindahan Batik Betawi ini juga telah ditampilkan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta pada akhir tahun lalu.

Komentar