Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:30
NEWS

Uji Kepatutan dan Kelayakan di PDIP, Pengamat: Ujung-ujungnya Gibran yang Jadi Calon Walikota Solo

Uji Kepatutan dan Kelayakan di PDIP, Pengamat: Ujung-ujungnya Gibran yang Jadi Calon Walikota Solo
Puan Maharani berpose bersama kandidat bakal calon Walikota Solo dari PDIP (Dhika Alam Noor/Askara)

ASKARA - Anggapan bakal calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapat keistimewaan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih menjadi buah bibir. 

Diketahui, dua kandidat lainnya yakni calon petahana Achmad Purnomo dan Teguh Prakoso. 

Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani mengatakan, tiga kandidat tersebut sudah melakukan mekanisme sesuai dengan partai. Dari DPC, DPD kemudian DPP. 

"Jadi mekanisme itu sudah dijalankan tahapan pertahapan. Kemudian kalau kemungkinan keluar rekomendasi itu. Artinya kami PDIP merasa bahwa mekanisme itu sudah dijalani," ujar Puan Maharani di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/2).

Dalam kesempatan yang sama, Gibran enggan menanggapi anggapan berupa rekomendasi untuk maju sebagai pimpinan Kota Solo itu. 

Anggapan tersebut muncul karena dirinya merupakan putra sulung dari orang pertama di Indonesia. 

"Ya enggak perlu ditanggapilah yang seperti itu," ucap Gibran. 

Sementara, Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin mengaku sudah memprediksi hal itu. Bahwa Gibran akan lolos dan diloloskan. Diketahui bahwa Gibran tak lolos administatif di PDIP, tapi secara politik diloloskan. Sehingga, bisa mengikuti fit and proper test. Dirinya tidak sepenuhnya percaya dengan uji kepatutan dan kelayakan yang diikuti tiga kandidat calon Walikota Solo tersebut. 

"Nanti ujung-ujungnya Gibran yang akan dimajukan sebagai calon walikota Solo. Dan bisa saja Achmad Purnowo atau Teguh Prakosa menjadi calon wakilnya Gibran," ucap Ujang. 

"Dengan diloloskannya Gibran secara administratif (walaupun tak memenuhi syarat administratif di PDIP). Lalu saat ini ikut fit dan profer, maka pengkaderan di PDIP jadi rusak," tambahnya. 

Editor: Lopi Kasim