Selasa, 16 Juni 2026 | 03:20
NEWS

Antisipasi Wabah, Alasan Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus

Antisipasi Wabah, Alasan Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus
Menko Polhukam Profesor Mahfud MD (Detik)

ASKARA - Rencana pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular menjadi fokus pemerintah saat ini. 

Merebaknya virus corona yang berasal dari Tiongkok menjadi pelajaran besar Indonesia untuk lebih berperan dalam menangani kasus penyakit menular. 

Menko Polhukam Profesor Mahfud MD mengatakan, hal itu merupakan tindak lanjut rapat bersama Presiden Joko Widodo pada 4 Januari lalu. 

"Presiden minta kita mendiskusikan kemungkinan untuk menyiapkan rumah sakit khusus yang jangka panjang kalau ada peristiwa yang seperti corona ini. Itu antisipasi saja karena kita seperti kaget membawa banyak orang ke suatu tempat," kata Mahfud usai rapat koordinasi terbatas di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Selain itu, kepentingan pembangunan rumah sakit adalah upaya Indonesia untuk mengetatkan pencegahan berbagai virus menular berbahaya. Meski Indonesia menjadi negara di Asia yang tidak terjangkit corona. 

"Virus corona itu tuh tidak ada di Indonesia," kata Mahfud.

Termasuk pencegahan penyakit adalah dengan melakukan pemulangan WNI dari Kota Wuhan yang dilakukan berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka yang pulang pun dilanjutkan dengan mengikuti observasi terlebih dahulu.

"Bahwa orang yang pulang dari Wuhan itu sedang ada virus Corona maka sebaiknya diobservasi selama 14 hari. Tapi di sini belum ada satu pun kasus orang terinfeksi, apalagi sampai korban. Terinfeksi saja di sini tak ada, yang di Natuna itu adalah orang sehat semua, jadi tadi keputusannya mem-follow up presiden," papar Mahfud.

Hingga saat ini, penentuan lokasi pembangunan rumah sakit masih dalam kajian mendalam. Sementara rumah sakit sejenis yang berada di Indonesia hanya ada dua di Jakarta dan satu di Semarang. Namun ketiganya belum menjadi rumah sakit khusus penanggulangan penyakit menular. 

Terkait dengan kriteria rumah sakit khusus tersebut dipastikan harus berada dekat dengan bandar udara. 

"Ya tadi ada kriteria harus dekat pangkalan militer agar mudah evakuasi, dekat bandar udara. Itu saja tadi kriterianya," ujar Mahfud. 

Pembangunan rumah sakit bisa ditempatkan di pulau yang masih kosong atau pulau yang sudah berpenduduk.

"Tetapi banyak yang berpendapat sebenarnya tidak perlu ada di pulau tersendiri. Bisa di pulau tersendiri bisa di pulau yang sudah ada penghuninya," kata Mahfud. 

Rumah sakit akan dibangun dengan mengukur banyak faktor, termasuk untuk pembangunan di pulau yang telah berpenduduk. 

"Sudah ada penduduknya tidak apa-apa. Tetapi itu didesain sedemikian rupa karena di berbagai dunia pun sama," jelas Mahfud.

Komentar