Minggu, 07 Juni 2026 | 00:57
NEWS

Cegah Perundungan Lewat Keterampilan Emosional dan Sosial

Cegah Perundungan Lewat Keterampilan Emosional dan Sosial
Ilustrasi perundungan (Tribunjogja)

ASKARA - Perundungan atau bullying masih menjadi pekerjaan rumah banyak pihak, baik pemerintah, sekolah dan orang tua. 

Kasus perundungan bermula dari saling ejek hingga perlakuan kasar yang menyebabkan luka fisik. 

Menurut psikolog Adityana Kasandra Putranto, kecenderungan perilaku perundungan sebagai bagian dari perkembangan kepribadian dan kematangan intelektual sosial emosional. 

"Tidak terbiasa mengendalikan emosi. Amygdala bagian dari otak lebih kuat dari kekemampuan mengambil keputusan," ujarnya kepada redaksi, Jumat (7/2).

Upaya pencegahan yang harus dilakukan ialah perlu adanya sistem anti kekerasan yang diajarkan sejak dini dalam keluarga dan lingkungan. 

"Bagaimana proses tumbuh kembang anak mampu menanamkan nilai nilai setarakan dan tidak melakukan kekerasan kepada orang lain," jelas Kasandra.

Serta penyesuaian sosial yang baik menjadi hal penting bagi semua orang, termasuk para remaja terhadap teman sebayanya. Sehingga keberadaannya dapat diterima. 

"Terutama di dalamnya adalah melatih keterampilan emosional dan sosial. Agar mampu mengendalikan dorongan-dorongan pelaku yang berakibat pada menyakiti orang lain," kata Kasandra. 

Sementara anak-anak yang menjadi korban perundungan pasti memiliki trauma. Bahkan dapat bertahan dalam waktu panjang dan berpengaruh hingga dewasa. 

"Tergantung kekerasannya, ketahanan dan intervensi. Semakin berat dan rentan semakin lama," kata Kasandra. 

Diketahui, baru-baru ini, seorang SMPN di Kota Malang berinisial MS terpaksa menjalani operasi amputasi jari tengah akibat dugaan aksi perundungan oleh tujuh temannya. 

Komentar