Kamis, 11 Juni 2026 | 04:56
NEWS

Setelah Corona, Flu Burung Mengintai

Setelah Corona, Flu Burung Mengintai
Pemberian vaksin pada unggas mengantisipasi penyebaran flu burung di Tiongkok (Chinafile/Sindonews)

ASKARA - Tiongkok seperti sedang diserang oleh wabah penyakit secara bertubi-tubi. Belum selesai masalah virus Corona yang terjadi di Kota Wuhan, kali ini Negeri Tirai Bambu dikabarkan diserang wabah flu burung atau H5N1.

Pada Minggu 2 Februari, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China melaporkan wabah flu burung yang terjadi di sebuah peternakan di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan. 

Hunan terletak di perbatasan selatan Provinsi Hubei yang merupakan pusat penyebaran virus corona. Jarak antara Kota Shaoyang dengan Kota Wuhan di Provinsi Hubei sekitar 556 kilometer.

Dilaporkan, dari 7.850 ayam yang dimiliki oleh peternakan tersebut, sebanyak 4.500 di antaranya telah mati akibat flu burung. Untungnya, sejauh ini tidak ada laporan kasus virus flu burung di Hunan terjadi pada manusia.

Meski demikian, bukan berarti boleh meremehkan penyakit menular tersebut. Mengetahui tentang flu burung lebih lanjut sangat penting sebagai upaya pencegahan.

Flu burung atau yang disebut juga flu unggas adalah infeksi virus H5N1 yang menyebar dari satu burung ke burung lain. Secara teknis, H5N1 adalah virus highly pathogenic avian influenza (HPAI). Virus ini mematikan bagi kebanyakan burung, manusia maupun mamalia lain yang terkena virus tersebut dari burung. Sejak kasus flu burung pertama kali ditemukan pada manusia tahun 1997, H5N1 telah membunuh hampir 60 persen orang yang terinfeksi.

Meski demikian, tidak seperti jenis flu lainnya, flu burung tidak menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Sangat sedikit kasus penularan flu burung dari manusia ke manusia yang terjadi akibat kontak dekat. Selain itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, manusia dapat terinfeksi dengan flu burung bila melakukan kontak yang lama dan dekat dengan unggas yang terinfeksi.

Waspadai Cara Penyebaran Flu Burung

Manusia dapat terserang flu burung bila melakukan kontak dekat dengan burung atau kotorannya. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kontak dekat? Kondisi bila kamu membersihkan atau mencabut kotoran burung yang terinfeksi. Di China, ada laporan orang yang terinfeksi karena menghirup bahan aerosol yang ada di pasar burung hidup. Manusia juga mungkin bisa terinfeksi setelah berenang atau mandi di air yang sudah terkontaminasi oleh kotoran burung yang terinfeksi. Beberapa kasus flu burung juga terjadi pada orang yang sering melakukan adu ayam.

Perlu diketahui, orang tidak bisa terinfeksi flu burung karena mengonsumsi ayam atau telur yang sudah dimasak sampai matang. Ada beberapa kasus flu burung yang dilaporkan menular dari manusia ke manusia, tetapi hal tersebut hanya terjadi setelah kontak pribadi yang dekat dalam waktu cukup lama. Sejauh ini, belum ada penyebaran virus H5N1 dari manusia ke manusia yang berkelanjutan.

Bagaimana Cara Mencegah Flu Burung?
Agar terhindar dari virus H5N1 atau flu burung dianjurkan untuk melakukan beberapa upaya pencegahan berikut bila ingin bepergian ke negara yang sedang dilanda wabah;

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun, terutama sebelum dan sesudah memegang makanan, khususnya unggas mentah

2. Gunakan peralatan makan atau masak yang berbeda untuk daging yang matang dan mentah

3. Pastikan daging unggas yang ingin kamu konsumsi sudah dimasak sampai matang sebelum menyantapnya

4. Hindari kontak dengan burung dan unggas hidup. 

Selain itu, juga dianjurkan untuk tidak melakukan hal berikut;

1. Mendekat dan menyentuh kotoran burung atau unggas yang sakit atau mati

2. Pergi ke pasar hewan hidup atau peternakan unggas

3. Mengonsumsi burung atau unggas yang masih mentah atau kurang matang

4. Mengonsumsi telur mentah. (halodoc/why)

Komentar