Kintamani Chinese Festival Bakal Targetkan Ribuan Pengunjung
ASKARA - Setelah menuai sukses saat pertama kali dilaksanakan, Balingkang Festival atau yang tahun ini dinamakan sebagai Kintamani Chinese Festival akan kembali digelar.
Festival budaya yang semula dijadwalkan pada 8 Februari terpaksa diundur, hingga batas waktu yang belum ditentukan, lantaran merebaknya virus corona di Tiongkok.
Kintamani Chinese Festival akan menampilkan kesenian-kesenian akulturasi budaya antara Bali dan Tiongkok.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, tujuan utama dari penyelenggaraan festival yaitu tetap untuk membidik pasar wisatawan Tiongkok yang potensial untuk datang ke Bali.
"Seperti kita ketahui wisatawan Tiongkok yang datang sangat banyak, selain juga wisatawan Australia. Jadi pangsa pasar ini harus kita manfaatkan,'' jelasnya.
Menurutnya, penyelenggaraan festival juga merupakan bentuk akulturasi budaya antara Tiongkok dan Bali yang sudah terjalin sejak zaman dahulu dan masih berlangsung turun temurun hingga sekarang.
Dinas Pariwisata Bali telah menggandeng ASITA yang menangani wisatawan Tiongkok untuk mendatangkan sekitar 1.500 wisatawan menonton parade.
"Tidak menutup kemungkinan jumlah wisatawan yang datang bisa lebih banyak lagi. Sehingga gaung dari festival ini bisa lebih luas di dunia internasional," kata Astawa.
Adapun, pertunjukan yang akan diselenggarakan adalah kesenian tradisional Bali dan Tiongkok.
"Jadi kami ingin masyarakat Bali bisa menyaksikan pertunjukan dari Negeri Tirai Bambu itu, begitu juga sebaliknya, wisatawan bisa menyaksikan pertunjukan tradisional Bali. Sehingga saya harap di sini terjadi pertukaran budaya," jelas Astawa.
Selain seni pertunjukan, hal berbeda juga terdapat pada festival kali ini, yaitu adanya parade Anjing Kintamani.
"Seperti yang kita ketahui trah Anjing Kintamani adalah spesies asli dari Kintamani yang perlu kita lestarikan dan perkenalkan kepada dunia. Jadi saya harap melalui festival ini, keberadaan Anjing Kintamani akan diketahui dan kelak bisa sejajar dengan jenis anjing kelas dunia," beber Astawa.
Kintamani Chinese Festival sendiri digelar secara gratis dan terbuka untuk semua kalangan. Diharapkan masyarakat Bali serta wisatawan domestik maupun mancanegara bisa menyaksikan festival tersebut.
"Ini juga tidak menutup kemungkinan wisatawan mancanegara di luar Tiongkok datang dan ikut menyaksikan. Karena kita ingin festival ini gaungnya bisa sampai ke seluruh dunia," imbuh Astawa. (disparda.baliprov/why)

Komentar