Jangan Pilih Wagub Terindikasi Korupsi
ASKARA - DPRD DKI Jakarta menjadi penentu siapa sosok wakil gubernur yang akan mendampingi Anies Baswedan.
Seperti diketahui, saat ini ada dua kandidat yang siap bertarung memenangkan hati DPRD DKI yakni Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra.
Keduanya terus berupaya mendekati seluruh fraksi di DPRD. Seperti halnya Nurmansjah Lubis atau yang akrab disapa Ancah sudah lebih dulu mengunjungi fraksi-fraksi mulai dari Fraksi PDI Perjuangan, PAN, PSI, Golkar hingga Demokrat.
Kemudian hari ini (Senin, 3/2), Riza Patria pun mulai mengunjungi fraksi, di antaranya adalah PAN, PKB, GOLKAR dan PSI. Kunjungan dilakukan dan dimaksimalkan hingga Selasa besok (4/2/2020) yang rencananya akan dilanjut dengan menyambangi Fraksi Nasdem dan Fraksi Demokrat.
Namun, di sisi lain ada hal yang penting dari sekadar siapa yang lebih bisa menggaet hati seluruh fraksi yakni terkait jejak langkah kedua kandidat.
Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia Maksimus Ramses Lolongkoe mengatakan, siapapun kandidat untuk menggantikan Sandiaga Uno adalah soal rekam jejak. Hal itu akan sangat berpengaruh terhadap kinerja yang diemban sebagai wagub.
''Yang paling penting wagub DKI itu harus orang bersih, orang yang benar-bebar bersih dari lilitan korupsi. Maka rekam jejak mereka harus menjadi alasan utama DPRD menentukan pilihannya nanti,'' katanya saat dihubungi redaksi.
Dengan ini, seluruh fraksi di DPRD harus mengkaji lebih dalam untuk mengamati sosok kedua kandidat agar warga ibu kota memiliki pemimpin yang jauh dari indikasi korupsi.
''Kedua-duanya punya peluang yang sama bila kedua-duanya mampu meyakinkan fraksi-fraksi di DPRD DKI. Tapi lagi-lagi harus sosok yang zero terharap indikasi korupsi,'' ujar Ramses.
Ramses menilai sosok Riza Patria sedikit masih bersinggungan dengan kasus politik yakni kasus korupsi yang terjadi pada 2005 lalu. Melansir antikorupsi.org, kasus tersebut terkait penyelewengan 12 item pengadaan barang dan jasa untuk Pemilihan Umum 2004, di antaranya seperti rompi, papan tulis, dan tiang bendera.
Meski begitu, di sisi lain, nama Riza Patria nampak lebih sering muncul di media massa dan memiliki pengalaman yang kental di kursi parlemen. Akan tetapi, hal itu belum tentu menjadi tolak ukur untuk terpilih sebagai wakil gubernur.
''Karena dia sering nongol, orang sering nongol kan belum bentu punya integritas baik. Bila DPRD memilih maka pilihannya cari figur yang jauh dari indikasi korupsi atau kedua-duanya DPRD bisa menolaknya,'' jelas Ramses.
Jika dibandingkan, Ramses pun menilai Nurmansjah Lubis lebih memiliki rekam jejak yang jauh dari ketersinggungan politik.
''Kalau bahas rekam jejak agak baik iya si Lubis itu,'' bebernya.
Untuk itu, Ramses menegaskan, DPRD DKI harus selalu ingat agar memilih pemimpin yang jauh dari kasus korupsi.
''Saya tidak mengatakan dia bersih karena saya tidak cukup tahu (Ancah). Tapi tugas kita rakyat mengingatkan DPRD agar pilih sosok yang jauh dari indikasi korupsi atau sekurang-kurangnya punya integritas,'' ujarnya.

Komentar