Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:29
NEWS

Penundaan Penerbangan ke Tiongkok Rugikan Maskapai

Penundaan Penerbangan ke Tiongkok Rugikan Maskapai
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia (jpnn/Soetomo Samsu)

ASKARA - Penutupan penerbangan sementara dari dan ke Tiongkok sebagai pencegahan penularan virus corona dinilai akan berdampak terhadap penerbangan Indonesia. 

Keputusan itu mulai diberlakukan pada Rabu lusa (5/2).

Pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati mengatakan, sejumlah maskapai penerbangan yang melintasi kota-kota seperti Guangzhou, Beijing, juga Shanghai harus kehilangan pendapatannya. 

Selain itu, wisatawan dari Tiongkok ke Bali juga telah membatalkan dan memperhatikan pembekuan sementara pemberlakuan visa on arrival bagi warga Tiongkok ke Indonesia.

''Kehilangan expected revenue bagi maskapai regular dan charter seperti Garuda, Batik, Lion, Sriwijaya, Citilink dalam pencapaian target revenue-nya tahun 2020,'' jelas Arista kepada media, Senin (3/2).

Utilisasi pesawat wide body seperti Airbus 330 serta narrow body B737-800NG dan Airbus 320 akan menjadi terganggu. 

''Bisa menjadi turun utilisasinya,'' kata Arista.

Maka itu, dia mengimbau selama keadaan belum normal karena dampak virus corona, lebih bagus bila regulator maskapai bisa diberikan insentif. 

''Landing, parking, fee di seluruh bandara-bandara Indonesia agar maskapai bisa mengalihkan penerbangannya ke rute-rute domestik,'' beber Arista. 

Mengingat Februari hingga Mei adalah low season, insentif tersebut bisa mendorong maskapai agar tetap bergairah menjalankan bisnisnya.

''Insentif yang lain misalnya tax sparepart, biaya maintenance, repair dan operation, biaya navigasi dan direct, indirect cost lainnya selama masa sulit low season dan dampak corona,'' papar Arista. 

Kementerian Perhubungan memutuskan melakukan penundaan penerbangan dari dan menuju seluruh destinasi di Tiongkok, tidak termasuk Hongkong dan Macau, hingga batas waktu yang akan ditentukan.

Komentar