Penanganan Protokol Kesehatan Diperketat Selama Evakuasi WNI di Wuhan
ASKARA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa kedisiplinan penanganan protokol kesehatan akan terus diberlakukan selama proses evakuasi warga negara Indonesia dari Kota Wuhan, Tiongkok. Mengingat saat ini bukanlah situasi yang normal.
Ketatnya kedisiplinan berlaku mulai selama perjalanan, ketibaan hingga pasca ketibaan.
''Protokol kesehatan juga berlaku bagi kru pesawat dan pesawat itu sendiri setelah ketibaan,'' kata Menlu Retno saat melepas tim evakuasi di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/2).
Dia menuturkan, WNI yang akan dievakuasi saat ini berjumlah 245 orang. Jika ditambah dengan tim penjemput lima orang sehingga total yang akan kembali ke Tanah Air sebanyak 250 orang.
''Lima tim kita yang sudah ada di lapangan dari sejak kemarin ikut pulang untuk menjalankan protokol kesehatan. Jumlah yang akan naik dari wuhan adalah 250,'' ujar Menlu Retno.
Mantan dubes RI untuk Belanda itu juga berpesan kepada seluruh WNI yang akan dievakuasi agar tetap semangat. Proses evakuasi sekaligus mengingatkan bahwa merupakan tugas mulia, khususnya Indonesia sekaligus juga membantu Tiongkok memenuhi kebutuhan logistik.
''Semua dari kita harus semangat dan kita harus sehat. Teman-teman di dalam pesawat, kita juga membawa (kebutuhan) pihak RRT mereka memerlukan beberapa peralatan yaitu masker dan surgical unit. Peralatan ini akan langsung diterima pemerintah RRT melalui Hubei Charity Foundation. Ini adalah misi mulia harus kita jalankan penuh kedisiplinan,'' jelas Menlu Retno.
Terakhir, Menlu Retno meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses evakuasi berlangsung secara aman dan lancar.

Komentar