Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:41
TRAVELLING

Destinasi Wisata Prioritas Belum Didukung Transportasi Memadai

Destinasi Wisata Prioritas Belum Didukung Transportasi Memadai
Pembangunan Kawasan Wisata Waterfront City Pangururan Samosir (MTI/genpi)

ASKARA - Presiden Joko Widodo menginstruksikan pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan destinasi wisata super prioritas dipercepat, sehingga dapat dipromosikan secara massif pada dunia mulai tahun ini.

Direktorat Jenderal Bina Marga pun telah melakukan pemolesan berupa jaringan jalan untuk mendukung kawasan pariwisata nasional prioritas.

Namun Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat menilai pembenahan akses jalan masih belum didukung transportasi atau angkutan umum.

Padahal, akses transportasi umum mendukung peningkatan wisatawan ke suatu destinasi wisata. Apalagi bagi turis dengan bujet terbatas.

''Kelemahan menuju akses wisata di Indonesia adalah kurang sekali tersedianya fasilitas transportasi umum,'' kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Djoko Setijowarno. 

Lengkapnya transportasi umum biasa ditemukan di berbagai tempat wisata di dunia. Biasanya menuju destinasi wisata ada pilihan kereta, bus, atau taksi. 

Selain akan memengaruhi minat wisatawan dengan bujet terbatas, ketiadaan angkutan umum akan membuat para pelancong harus membawa kendaraan pribadi. Hal ini bisa berujung kemacetan dan pengusaha destinasi wisata harus menyediakan lahan parkir yang luas. 

''Sudah saatnya perbaikan infrastruktur jalan dapat dibarengi penataan fasilitas transportasi umum ke lokasi destinasi wisata,'' kata Djoko.

Berikut polesan akses jalan yang telah dilakukan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR di destinasi wisata prioritas;

Danau Toba
Pembangunan jalan lingkar dalam Pulau Samosir yaitu ruas Jalan Tomok - Ambarita - Simanindo - Pangururan - Nainggolan - Onan Runggu - Tomok 145,9 kilometer. 

Ada pekerjaan jembatan penghubung Pulau Samosir yaitu Tele - Pangururan (Tanah Ponggol). 

Berikutnya adalah akses penyeberangan antara Parapat - Pelabuhan Aji Bata. 
Akses ke bandara antara ruas Simpang Silangit - Bandara Silangit. 
Ada rencana pembangunan Jalan Tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi Seksi 7 (penugasan PT Hutama Karya) dan Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat. Untuk jalan di daerah sebagai akses pada Bandar Udara Sibisa sepanjang 6,6 kilometer.
 
Borobudur
Penataan Poros Mendut-Pawon-Borobudur meliputi jembatan pejalan kaki Kali Elo, Kali Progo, jalan lingkungan pemukiman Bojong, jalur pejalan kaki Tepian Kali Progo, Jalan Balaputradewa.

Penataan Sedang Lanang dan Wadon (Wonorejo), penatan gerbang dan koridor Palbapang dan Blondo, gerbang rest area dan koridor Klangon-Borobudur dan koridor Kembanglimus-Borobudur, Jalur Marathon Borobudur 10K. 

Mandalika
Dukungan jalan nasional melalui jalan lintas Pulau Lombok. 
Akses Bandar Udara Internasional Lombok antara Praya - Simpang Penunjak - Tanah Awu. 
Ada pula ruas jalan antara Tanah Awu - Sengkol - Kuta. 

Labuan Bajo
Terdapat dukungan jalan nasional melalui Jalan Lintas Pulau Flores dan Pulau Timor. 
Jalan dalam kota Labuan Bajo yaitu Jalan Waetama, Van Bekkum, dan Yohanis Sahadun.
Akses bandara yakni Perawas - Simpang 3 Bandara. 
Lainnya adalah akses Tanjung Kelayang: Junction (Simpang Lima Tanjung Pandan) - Tanung Kelayang - Tanjung Tinggi (Kecamatan Sijuk), termasuk jalan dalam kota.

Bromo-Tengger-Semeru
Dukungan jalan nasional melalui jalan Lintas Utara, Lintas Selatan dan Penghubung Lintas. 
Peningkatan status jalan daerah menjadi jalan nasional untuk mendukung Bromo-Tengger-Semeru yaitu ruas Jalan Lawean - Sukapura. 
Dibangun Jalan Tol Gempol - Pasuruan 34,15 kilometer, Pandaan - Malang 38,48 kilometer, Pasuruan - Probolinggo 38,3 kilometer, dan Probolinggo - Banyuwangi 163,8 kilometer. 

Morotai
Jalan keliling Pulau Morotai yakni Batas Kota Daruba - Sangowo/Daeo - Berebere. 
Ada juga jalan keliling Pulau Morotai yaitu Berebere - Sofi dan Wayabula - Daruba. (genpi/why)

Komentar