Senin, 08 Juni 2026 | 12:53
NEWS

Ini Kendala Evakuasi Mahasiswa Indonesia di Wuhan

Ini Kendala Evakuasi Mahasiswa Indonesia di Wuhan
Suasana di Kota Wuhan (twitter/ylchaniago)

ASKARA - Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengevakuasi warga negara Indonesia di Wuhan, China. Namun, harus menunggu sikap Pemerintah China, karena akses Kota Wuhan masih tertutup. 

Salah satu mahasiswa di Wuhan, Fadil menilai Pemerintah Indonesia sudah tanggap menghadapi fenomena virus corona dan berencana untuk evakuasi sejumlah mahasiswa Indonesia. 

Warga negara Indonesia bukan menjadi satu-satunya yang terkurung di ibukota Provinsi Hubei yang terletak di China tengah itu. Melainkan ada warga negara lain yang mengalami nasib serupa. 

"Penanganan dari pemerintah, saya rasa pemerintah sudah sangat optimal karena sampai saat ini masih belum ada warga negara yang keluar dari kota Wuhan," ujar Fadil kepada Askara, Kamis (30/1).

Semua pihak pemerintah masih menunggu keputusan Pemerintah China untuk mengeluarkan warga negara asing dari pusat penyebaran virus corona tersebut. 

"Menunggu konfirmasi dari Pemerintah Wuhan, untuk mengizinkan sejumlah negara menjemput warga negaranya yang ada di Wuhan," kata Fadil. 

Akibat kondisi yang terus memburuk, membuat sejumlah mahasiswa Indonesia ingin segera angkat kaki dari Kota Wuhan. Terlebih penyebaran virus mematikan itu kian meluas. 

"Intinya kami ingin segera dievakuasi supaya bisa langsung ketemu sama keluarga. Mungkin harus melewati beberapa karantina atau sebagainya. Intinya kami ingin keluar dari Wuhan," cetus Fadil. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah sudah membuat rencana untuk mengevakuasi WNI di lokasi terdampak virus corona. 
Namun, harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah China. 

"Pertanyaan berikutnya adalah opsi evakuasi. Opsi tersebut kita sudah bikin semua rencananya, sekali lagi kita terus berkoordinasi dengan otoritas Tiongkok, kondisi lock down itu yang memerlukan perhatian kita semua," kata Retno.

Virus itu tak hanya mewabah di Tiongkok, sejumlah kasus juga terkonfirmasi di negara lain, yakni Australia, Kanada, Kamboja, Prancis, Jerman, Jepang. Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Komentar