Senin, 08 Juni 2026 | 10:50
TRAVELLING

Ragam Event Wisata Menarik di Ranah Minang Sepanjang Tahun

Ragam Event Wisata Menarik di Ranah Minang Sepanjang Tahun
Objek Wisata Jam Gadang di Kota Bukittinggi (Instagram/rfkhamdani)

ASKARA - Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat menetapkan sebanyak 35 event wisata di tahun 2020 dalam upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan. 

Pengunjung dari mana pun dapat menikmati keindahan Ranah Minang mulai dari alam, budaya juga kuliner.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial menjelaskan, pembangunan dunia kepariwisataan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam memacu pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat, terutama di lokasi destinasi wisata di masing-masing daerah.

Ada tiga event yang menjadi fokus Dispar Sumbar di tahun 2020 yakni Tour de Singkarak (TdS), Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (Sissca) dan Pesona Minangkabau Festival. Semuanya masuk dalam Calendar of Event Wonderful Indonesia.

''Selain dari itu, dispar juga akan mendukung tiga event nasional yang akan dilaksanakan di Sumbar. Pertama Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-XXVIII, Penastani ke-XVI dan Harganas serta event-event kabupaten dan kota yang sudah disusun dalam Calendar of Event West Sumatera 2020,'' ujar Novrial.

Dengan begitu, ditargetkan kunjungan wisatawan terus meningkat. Seperti dalam acara MTQ, Penastani dan Harganas yang bisa dikemas dengan baik apakah bentuk promosinya hingga agenda kegiatan.

''Di samping itu, peserta yang diperkirakan akan mencapai 100 ribu orang, tentu juga akan berdampak luas khususnya para perantau yang akan menikmati event-event tersebut selain tujuan sosial mereka melihat sanak keluarga serta menikmati objek dan atraksi wisata bisa mencapai satu juta orang,'' terang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-XXVIII.

''Diharapkan meningkat uang yang beredar bisa lebih baik karena banyak orang akan belanja kuliner tradisional, fashion lokal dan cinderamata berupa produk-produk ekonomi kreatif Sumbar yang tentu akan membuat ekonomi masyarakat akan bergairah,'' lanjutnya.

Saat ini Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Sawahlunto masih menjadi destinasi favorit wisatawan di Sumbar. Namun beberapa daerah lain juga sudah mempersiapkan diri secara optimal seperti Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menjadi variasi pilihan destinasi dengan spesifikasi lokal masing-masing.

''Masyarakat harus merasa bahwa sektor pariwisata benar-benar memberikan keuntungan secara materi kepada mereka wisatawan. Apakah dari penjualan jasa hotel/homestay, rumah makan/restoran, pramuwisata, penjualan produk ekonomi kreatif sebagai oleh-oleh dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dari sisi dispar, sentuhan yang akan terus diberikan adalah pelatihan/sosialisasi sadar wisata yang ditambah dengan konten komparasi apa yang dilakukan di daerah,'' jelas Novrial.

Dinas Pariwisata Sumbar juga akan selalu melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti dinas kebudayaan, dinas perindustrian dan perdagangan, dinas tenaga kerja dan transmigrasi serta dinas pemberdayaan masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peluang dan manfaat ekonomi yang akan didapatkan dari sektor pariwisata.

''Potensi besar sektor pariwisata yang dimiliki Sumatera Barat dengan segala keindahan dan aneka ragam keunikannya hendaknya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat. Masyarakat diharapkan secara aktif dan partisipatif ikut serta menjaga iklim wisata yang sehat, aman dan nyaman bagi setiap orang,'' demikian Novrial. (Sumbar.travel/Why)

Komentar