Selasa, 23 Juni 2026 | 08:43
LIFESTYLE

Ulang Tahun Dalam Budaya Tionghoa

Ulang Tahun Dalam Budaya Tionghoa

NETHERLANDS: Hari ini adalah hari ulang tahun dari kakak saya. Kami biasa menyebut ulang tahun itu Sejit.

Sejit adalah dialek Hokkian, mandarinnya adalah Shengri (dibaca shengjek). Arti harfiahnya hari/tanggal lahir.

Ulang tahun di dalam adat Tionghoa kuno biasanya tidak dirayakan secara terbuka sebelum umur 50 tahun.

Namun karena pengaruh modernisasi Barat, sekarang ini perayaan ulang tahun dirayakan lebih bebas pada umur berapa saja.

Sebelum umur 50 tahun, perayaan ulang tahun di zaman dulu cuma dianggap sebagai urusan internal keluarga dan dirayakan sendiri di dalam rumah.

Perayaan ulang tahun terbuka biasanya dimulai dari ulang tahun ke-50, diikuti oleh perayaan kecil setahun sekali dan perayaan besar sepuluh tahun sekali.

Perayaan besar sepuluh tahun sekali ini biasanya disebut Co Siu dalam dialek Hokkian (Zhuo Shou).

Ada istilah berbeda-beda untuk umur yang berbeda:

50 tahun: Nuan Shou (Ulang tahun pemanasan)

60 tahun: Xiao Shou (Ulang tahun kecil)

70 tahun: Zhong Shou (Ulang tahun sedang)

80 tahun: Da Shou (Ulang tahun besar)

90 tahun: Zhong Lao Tian Shou (Ulang tahun menambah umur)

100 tahun: Ji Yi (Ulang tahun menambah kesehatan)

100ng tahun adalah event kegembiraan, pada acara-acara seperti ini, maka sama seperti adat pernikahan atau kelahiran yang ditonjolkan adalah warna merah yang melambangkan kegembiraan dan kesejahteraan.

Hadiah tentunya dipilih yang cocok dengan selera yang ulang tahun, kalau menghadiahkan pakaian tentunya yang pas dengan umur yang ulang tahun.

Kalau angpao, maka jumlah yang di dalamnya diusahakan berjumlah genap, karena ganjil biasanya melambangkan kesepian, kurang sempurna dan sebaliknya genap melambangkan kesempurnaan.

Makanan yang harus ada dalam perayaan ulang tahun ini adalah miesoa (Mian Xian).

Di Taiwan dan Hokkian, biasanya disuguhkan Miesoa kaki babi, kaki babi perlambang kekuatan dan kesehatan, sedangkan miesoa perlambang panjang umur. Waktu memakan miesoa sebaiknya jangan digigit di tengahnya, harus ditelan panjang.

Juga ada Kueh Angku (Kue penyu merah) yang melambangkan panjang umur serta sejahtera. Penyu berumur relatif panjang.

Lalu ada pula siutho kue (kue persik panjang umur), yang berwarna merah muda dengan isi bubuk kacang di dalamnya, bentuknya macam persik gepeng./p>

Tidak ada kue ulang tahun dan peniupan lilin seperti perayaan di barat di dalam perayaan ulang tahun tradisional Tionghoa ini. Yang ada seharusnya adalah penghormatan pada leluhur.

Namun ini tentu saja boleh ditiadakan bagi yang tidak lagi memeluk kepercayaan tradisional Tionghoa.

Tidak ada lagu dinyanyikan, yang ada hanya rangkaian puisi yang dipersembahkan sebagai ucapan selamat kepada yang berulang tahun.

Tentu saja sekarang ini ada lagu ulang tahun yang diadaptasi dari lagu "Happy Birthday", judulnya "Sheng Ri Kuai Le".

Sebelum umur 50 tahun, tentu saja ada perayaan ulang tahun yang bermakna simbolis, seperti masih ada kebiasaan merayakan ulang tahun ke-16 untuk remaja lelaki di kalangan Hokkian, Tiochiu dan Konghu yang menandakan kedewasaan seseorang.

Oh, satu lagi, perayaan ulang tahun tradisional Tionghoa merujuk pada penanggalan Tionghoa (Imlek), dan perlu diketahui sesuai penanggalan Imlek maka umur seseorang harus ditambah 1 daripada umur sebenarnya.

Ini dikarenakan, orang Tionghoa percaya bahwa umur seseorang harus dihitung sejak ia mulai bernyawa di rahim sang ibu dan masa 9 bulan 10 hari di dalam kandungan kemudian dibulatkan sebagai 1 tahun.

Itu makanya, di kalender Tionghoa umur setiap shio yang kelihatan merupakan umur Imlek.

Tidak usah pusing dengan hal di atas, contoh kecil saya ceritakan untuk memperjelas. Tahun ini merupakan tahun Tikus, bila seorang anak lahir di tahun ini maka ia ber-shio Tikus.

Tidak ada umur 0 di dalam sistem umur Tionghoa, maka sejak lahir ia telah berumur 1 tahun. Tahun berikutnya, ia akan berumur 2 tahun dan seterusnya.

Mang Ucup

Komentar