Imlek dan Hari Gizi, Momen Kebahagiaan Santap Makanan Seimbang
ASKARA - Datangnya Tahun Baru China atau Imlek dirasakan semua orang, termasuk oleh anak-anak.
Beragam tradisi dapat dinikmati seperti pertunjukan barongsai dan menerbangkan lampion.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan, tradisi itu disajikan rumah ibadah dan fasilitas publik seperti di pusat perbelanjaan yanh akan menyita perhatian anak anak.
Begitu juga budaya berbagi kue keranjang, dan angpao. Untuk hal tersebut anak anak di Indonesia sudah biasa menyebutnya.
''Biasanya yang paling menikmati dari kemeriahan Imlek adalah anak anak. Dengan menikmati pertunjukan barongsai sambil menikmati kue keranjang. Apalagi ikut acara menerbangkan lampion,'' ujarnya kepada media, Sabtu (25/1).
Menurut Jasra, budaya berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan sangat menyehatkan spritual anak anak, dengan batin yang diliputi kebahagiaan.
''Bagi saya banyak nilai yang terkandung besar bagi anak anak Indonesia. Terutama dalam mengenal silang budaya dan saling menghormati sesama,'' katanya.
Momentum Imlek tahun ini bertepatan dengan Hari Gizi Nasional. Maka kebahagiaan akan lengkap jika semua makanan yang disajikan di Hari Imlek dikonsumsi dengan gizi yang seimbang.
''Ada baiknya orang tua mengenalkan kandungan setiap makanan yang di konsumsi anak anak. Agar anak anak memiliki pola makan seimbang,'' jelas Jasra.
Jasra juga mengingatkan, para orang tua yang terbiasa memberikan akses anak anaknya tranksaksi online memesan makanan.
Memang pesanan makanan melalui media daring memicu industri olahan makanan lebih kreatif dan beragam. Namun bila tidak diperhatikan dengan baik bisa membahayakan anak, bila mengkonsumsi gizinya tidak seimbang.
Seringkali anak-anak tertarik dengan makanan dari bentuknya atau senang dengan rasanya, tetapi tanpa dilengkapi informasi kandungan makanan dan gizinya.
''Kita bisa belajar di beberapa negara, yang mencatat konsumsi makanan setiap warganya. Sehingga ada reminder,'' ujarnya.

Komentar